Agen ABK asal Indonesia di Kapal BH 2998 Ditelusuri

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 25 Feb 2018 12:21 WIB
narkoba
Agen ABK asal Indonesia di Kapal BH 2998 Ditelusuri
ilustrasi Metro TV

Karimun: Polisi menelusuri agen yang mengurus paspor 26 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di atas kapal Win Long BH 2998 yang diduga membawa sabu. Agen tersebut diidentifikasi berada di Jakarta. 

Direktur IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, hasil penyelidikan polisi, paspor ke-26 ABK tersebut baru dibuatkan dua hari sebelum kapal ditangkap. 

"Mereka dibuatkan paspor sebagai para pekerja kapal oleh sponsor (agen yang mengurus paspor) di Jakarta. Agen tersebut saat ini sedang kami telusuri," ungkap Eko saat ditemui wartawan di Kantor Kanwil DJBC Kepri, di Tanjungbalai Karimun, Sabtu, 24 Februari 2018 sekitar pukul 20.00 WIB. 

Ketika paspor lengkap, sambung Eko, seluruh ABK warga negara Indonesia tersebut langsung naik ke atas kapal. Mereka naik ke kapal dua hari sebelum kapal ditangkap, 21 Februari 2018. Ke-26 awak kapal itu naik dari pelabuhan Singapura. 

"Mereka naik dari Singapura untuk melanjutkan perjalanan menuju Benua Afrika. Saat melintas menuju Samudera Hindia melintasi perairan Kepri, kapal ditangkap," jelas Eko. 

Ia menambahkan, para ABK tersebut umumnya berasal dari Indramayu dan Jawa Tengah. Dua ABK lainnya merupakan warga negara Taiwan dan Tiongkok. Total seluruh ABK ternasuk nakhoda mencapai 28 orang. 

"Semuanya masih berada di atas kapal Win Long BH 2998. Masih kami mintai keterangan secara intensif. Selama dua hari ini, mereka cukup kooperatif kepada Tim Satgassus Polri dan Bea Cukai," tambah Eko. 

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim Satgassus Mabes Polri di Jakarta untuk menelusuri agen ke-26 ABK tersebut. "Sudah ada tim yang sedang menelusuri keberadaan agen tersebut," ungkapnya. 

Saat ditanya terkait dokumen kapal? Eko mengatakan, dokumen kapal dinyatakan lengkap. Hingga saat ini Polri bersama Bea Cukai masih terus berupaya mencari benda diduga narkoba di atas kapal. 

"Kami akan all out besok pagi (hari ini) untuk mencari benda diduga narkoba yang dibawa kapal tersebut. Kami akan tuntaskan pengerjaan memindahkan seluruh ikan beku yang tersimpan dalam colt strorage di dalam kapal," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Tim Satgassus Mabes Polri bersama Kanwil Bea Cukai Kepri menangkap kapal Win Long BH 2998 di perairan Selat Philips, dekat Pulau Nipah, Provinsi Kepri, Jumat, 23 Februari 2018 sekitar pukul 13.00 WIB. 

Kapal Taiwan berbendera Taiwan tersebut diawaki 28 orang ABK, termasuk seorang nakhoda. 

Kapal diduga membawa narkotika jenis sabu yang akan diedarkan ke tanah air. Tim gabungan masih berupaya keras mencari narkotika tersebut. Selain mengerahkan anjing pelacak atau K9, tim juga mendatangkan sejumlah penyelam dan ahli perkapalan yang ada di Tanjungbalai Karimun.


(ALB)