Pemilik Sumur Minyak di Aceh Timur Belum Diketahui

Antara    •    Sabtu, 28 Apr 2018 12:26 WIB
kebakaran
Pemilik Sumur Minyak di Aceh Timur Belum Diketahui
Petugas Pertamina mendeteksi gas dengan menggunakan Gas Detector di titik ledakan semburan api sumur minyak ilegal di Desa Pasir Putih, Ranto Panjang Peureulak, Aceh Timur. ANTARA/Rahmad

Banda Aceh: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh Teuku Ahmad Dadek menyatakan pemilik sumur minyak yang meledak dan terbakar di Desa Pasir Putih, Kabupaten Aceh Timur, Rabu, 25 April 2018, dini hari, belum diketahui.

"Sumur minyak tersebut berada di lahan milik Zainabah," kata Ahmad seperti yang dilansir dari Antara, Sabtu, 28 Sabtu 2018.

Penyebab ledakan dan kebakaran sumur minyak ilegal yang mengakibatkan 22 orang meninggal dunia, 37 jiwa menderita luka bakar, lima rumah terbakar, dan 55 kepala keluarga atau 198 orang mengungsi.

(Baca: Korban Tewas Ledakan Sumur Minyak Jadi 22 Orang)

Dari penelusuran diketahui peristiwa itu berawal ketika seorang warga di Gampong (Desa) Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak mengabarkan bahwa bahwa telah keluar minyak dari sumur yang dibor secara tradisional

"Di sumur minyak ini juga keluar gas bumi," kata Ahmad.

Lebih dari 10 orang tiba di lokasi sebelum meledaknya sumur minyak itu untuk membuktikan kabar yang menyebut sumur di lahan milik Zainabah telah mengeluarkan minyak.

"Mereka ingin mengambil tumpahan minyak yang tak tertampung. Selang tak beberapa lama sekitar pukul 01.30 WIB, baru terjadi ledakan dan menimbulkan kebakaran," kata Ahmad.

Menurut Ahmad pihaknya hingga kini masih mengumpulkan data sepuluh orang lebih itu.

Dilaporkan hari ini semburan minyak bercampur gas diduga masih terjadi di titik ledakan dan kebakaran sumur minyak ilegal tersebut meski kobaran api dari semburan minyak dan gas telah dapat dipadamkan, Kamis, 26 April 2018.

(Baca: Polri: Bekas Sumur Minyak di Aceh Masih Mengeluarkan Gas)


(SUR)