TNI AL Perluas Pencarian 10 Awak Kapal AS

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 22 Aug 2017 12:38 WIB
tabrakan kapal
TNI AL Perluas Pencarian 10 Awak Kapal AS
Kapal perang Amerika USS John S. McCain (DDG-56) -- AFP/Joshua Fulton

Metrotvnews.com, Batam: TNI AL memperluas area pencarian 10 awak kapal USS John S. McCain (DDG-56) yang hilang usai tabrakan dengan kapal tanker MV Alnic MC di timur Selat Malaka. Lokasi pencarian diperluas sampai ke perairan Indonesia, termasuk Kepulauan Riau.

"TNI AL menambah dua armada KRI jenis parchim dan satu pesawat pengintai tipe cassa untuk memperluas area pencarian sampai ke perairan Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV Mayor Josdy Damopoli, Selasa 22 Agustus 2017.

Josdy menjelaskan, lokasi pencarian diperluas hingga ke perairan Indonesia karena arah gelombang laut mengarah ke Indonesia. Guna memperkuat operasi pencarian, Lantamal IV mengerahkan kapal-kapal Patkamla (Patroli Keamanan Laut) untuk menyisir perairan yang dangkal.

"Kita kerahkan dua sampai tiga kapal Patkamla, fungsinya untuk menyisir perairan-perairan yang tidak terlalu dalam," ujarnya.

(Baca: 10 Pelaut Hilang dalam Tabrakan Kapal Perusak AS-Kapal Tanker)

Sejauh ini, lanjut Josdy, belum diperoleh informasi soal nasib 10 awak kapal perang AS yang hilang pascatabrakan dengan kapal tanker MV Alnic MC di Selat Malaka.

Sebelumnya, kapal perang USS John S. McCain bertabrakan dengan kapal tanker MV Alnic MC di timur Selat Malaka pada Senin 21 Agustus 2017. Tabrakan terjadi saat kedua kapal dalam perjalanan menuju salah satu pelabuhan di Singapura.

Tabrakan menyebabkan kapal perang AS mengalami kerusakan. Selain itu, 10 personel di kapal perang AS dinyatakan hilang dan lima orang lainnnya luka-luka.

(Baca: 4 Korban Terluka Tabrakan Kapal Perang AS Dibawa ke Singapura)

USS John McCain adalah kapal dengan bobot 9.000 ton dan panjang 153 meter. Kapal ini berbasis di Yokosuka, Jepang.

Sedangkan, Alnic MC adalah kapal tanker seberat 30.000 ton dengan panjang 183 meter. Kapal itu membawa bendera Liberia.

Untuk mengantisipasi adanya tumpahan minyak akibat tabrakan, Lantamal IV berkoordinasi dengan instansi terkait. Berdasarkan laporan, hingga saat ini belum tampak adanya tumpahan minyak di perairan tersebut.

 


(NIN)