Harga Garam di Tanjung Pinang Naik 350 Persen

   •    Selasa, 01 Aug 2017 13:21 WIB
garam
Harga Garam di Tanjung Pinang Naik 350 Persen
Ilustrasi petani garam. (MI/Gino F hadi)

Metrotvnews.com, Tanjungpinang: Harga garam di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau naik 350 persen. Kenaikan itu akibat petani garam gagal panen.

"Garam yang dijual pedagang naik dari Rp2.000/kg menjadi Rp7.000/kg. Itu kondisi terakhir hasil pengawasan petugas kami di lapangan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang Juramadi Esram, seperti dikutip Antara, Selasa, 1 Agustus 2017.

Esram menjelaskan, kenaikan harga garam bukan hanya terjadi di Tanjungpinang, melainkan hampir seluruh daerah yang bukan penghasil komoditas penyedap rasa.

"Untungnya, distributor dan pedagang masih memiliki stok lama sehingga tidak terjadi kelangkaan," katanya.

Sampai saat ini, kata dia pemerintah belum memiliki data berapa kebutuhan garam di Tanjungpinang. Hal itu disebabkan garam bukan kebutuhan pokok.

"Kami mengimbau masyarakat berhemat, tidak menggunakan garam secara berlebihan," ucapnya.

Terkait ketergantungan garam dari daerah penghasil seperti Sumenep, Esram mengatakan pihaknya mengupayakan menjalin kerja sama dengan petani garam di Flores. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan garam yang berujung pada ketidakstabilan harga komoditas tersebut.

"Kami akan jalin kerja sama dengan pengusaha garam di Flores. Mudah-mudahan ini dapat menekan harga garam," ujarnya.

Esram juga merasa heran kenapa sampai sekarang Kepri belum memproduksi garam yodium, padahal 96 persen wilayah itu terdiri dari lautan. Ia berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, Kepri, khususnya Tanjungpinang dapat memproduksi komoditas yang bersumber dari kekayaan laut.

Di Tanjungpinang, menurut dia ada sejumlah pengusaha yang ingin mengembangan usaha menjadikan garam nonyodium menjadi beryodium. Namun sampai sekarang belum dapat dipastikan apakah hal itu diijinkan oleh pihak yang berwenang.

"Kalau usaha garam nonyodium di Tanjungpinang sudah ada, tetapi kan tidak boleh dijual," katanya.


(ALB)