Chandra Peras Pengguna Facebook dari Balik Jeruji

Budi Warsito    •    Selasa, 01 Aug 2017 12:10 WIB
kasus pemerasan
Chandra Peras Pengguna Facebook dari Balik Jeruji
Ilustrasi transaksi di ATM, MTVN

Metrotvnews.com, Kisaran: Polres Asahan, Sumatera Utara, membongkar tindak pidana pemerasan antarprovinsi. Pemerasan dilakukan dari balik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sidempuan.

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara mengatakan meringkus lima tersangka. Tiga diantara mereka merupakan warga binaan Lapas Sidempuan. Yaitu Chandra, 31; Irsan Hidayat Lubis, 36; dan Hasan Basri.

Dua tersangka lain yaitu Marwiyah, 38 dan Lekmin Witnes Aritonang. Keduanya merupakan pemilik rekening yang digunakan dalam kasus tersebut.

"Modus yang dilakukan pelaku dengan memberitahukan bahwa Facebook korban telah di hack dan mengancam korban akan menyebarkan foto bugil di Facebook korban. Kemudian pelaku meminta sejumlah uang kepada korban agar tidak menyebarkan foto tersebut," ujar AKP Bayu Putra Samara di Asahan, Senin 31 Juli 2017.

Kasus itu terbongkar dari laporan masyarakat. Korban merupakan seorang perempuan dari Kabupaten Asahan. 

Penyidikan dilakukan. Kemudian Polres menangkap Lekmin di Padang Sidempuan pada 27 Juli 2017. Lekmin pemilik rekening BRI.

Polisi lalu menangkap Marwiyah. Rekening keduanya digunakan untuk menampung uang hasil pemerasan. Pemeriksaan keduanya mengarah kepada Chandra yang menghuni sel di Lapas Sidempuan. 

"Saudara Lekmin Aritonang menerima transfer sebesar Rp. 1,5 juta lalu di serahkan kepada Soki Bulele (napi Lapas) dan menyerahkan kepada saudara Chandra (napi Lapas) pemilik nomor HP 082273147243 (tsk). Pengakuan Chandra  uang tersebut dari keluarganya," papar Bayu. 

Sementara itu, Marwiyah memberikan nomer rekeningnya kepada Irsan. Syaratnya ia mendapat jatah lima persen dari setiap uang yang masuk ke rekeningnya.

Marwiyah pun mendapat transferan  beberapa kali senilai Rp2 juta, Rp1,5 juta dan Rp500 ribu. Ia menyerahkan yang diserahkan kepada Irsan Hidayat lalu diserahkan kepada Hasan Basri dan diberikan kepada Chandra.   

"Korban mengalami kerugian hingga Rp20 juta. Untuk korban lain yang telah didata sementara berada di Aceh, Jambi, dan Purwokerto," lanjut Bayu.

Chandra mendapatkan kartu Sim Card dari sesama narapidana. Ia kemudian menggunakan kartu itu untuk berkomunikasi via inbox Facebook korban.

"Setelah berhasil mendapatkan uang hasil pemerasan dari korban, tersangka langsung membakar kartu sim card tersebut," papar Bayu.      



(RRN)