Ramadhan Pohan Dituntut 3 Tahun Penjara

Farida Noris    •    Kamis, 07 Sep 2017 13:37 WIB
ramadhan pohan
Ramadhan Pohan Dituntut 3 Tahun Penjara
Terdakwa kasus dugaan penipuan Ramadhan Pohan mendengarkan tuntutan jaksa. MTVN/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Terdakwa kasus dugaan penipuan Ramadhan Pohan dituntut tiga tahun penjara dengan perintah penahanan. Mantan calon wali kota Medan itu dianggap bersalah melakukan tindak pidana penipuan terhadap Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar senilai Rp15,3 miliar.

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Emmy dalam persidangan yang digelar di Ruang Utama Gedung Pengadilan Negeri Medan, Kamis 7 September 2017. Tuntutan dihadiri oleh terdakwa Ramadhan Pohan dan penasihat hukumnya.

"Meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan menyatakan terdakwa bersalah melakukan penipuan yang berkelanjutan. Meminta agar terdakwa dihukum dengan tiga tahun penjara," kata JPU Emmy SH.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik, JPU juga meminta kepada majelis hakim agar mantan calon Wali Kota Medan itu dilakukan penahanan. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 378 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1, jo Pasal 65 Ayat (1) ke-1 KHUPidana.

Adapun hal-hal yang memberatkan, JPU menilai terdakwa tidak mengakui perbuatannya, selama persidangan terdakwa kerap berbelit-belit memberikan keterangan. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Usai mendengar nota Tuntutan JPU, majelis hakim kemudian menunda persidangan hingga 28 Agustus 2017 untuk agenda pembelaan terdakwa. Sementara Ramadhan Pohan tampak terkejut mendengar tuntutan JPU tersebut. Sedangkan tuntutan untuk Savita Linda dijadwalkan 8 September 2017.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat itu bersama Savita Linda melakukan penipuan dengan korbannya adalah Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar. Dua korban yang berstatus ibu dan anak ini mengalami kerugian dengan total Rp15,3 miliar.

Dari sejumlah pertemuan, kedua korban mengaku terbujuk rayu dan janji hingga mau memberikan uang sebesar Rp15,3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk kepentingan Ramadhan Pohan yang maju dalam Pilkada sebagai calon Wali Kota Medan 2016-2021.

Korban Rotua Hotnida Simanjuntak mengaku Savita Linda Hora Panjaitan yang mengenalkankannya dengan Ramadhan Pohan. Linda terus menerus membujuknya untuk meminjam uang.

Agar mendapat pinjaman, Ramadhan Pohan dan Linda membawa-bawa nama Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan para jenderal di Jakarta serta Ibas Yudhoyono. Terdakwa menyebutkan jika uang kiriman sudah datang dari Jakarta.

Lalu uang diserahkan secara bertahap di posko pemenangan pasangan Ramadhan Pohan yang berpasangan dengan Eddy Kusuma (REDI). Dengan perjanjian akan mengembalikan uang tersebut bersama bunganya. Setelah Ramadhan Pohan tidak terpilih dalam Pilkada Medan, kedua korban meminta kembali uangnya.

Namun janji tinggal janji, bahkan cek yang diberikan Ramadhan Pohan tersebut tidak dapat dicairkan karena dananya tidak cukup. Apalagi, Ramadhan selalu mengelak saat ditagih pembayaran.




(ALB)