Dua Orang Meninggal Akibat Difteri di Bangka Selatan

Rendy Ferdiansyah    •    Jumat, 08 Dec 2017 16:14 WIB
klb difteri
Dua Orang Meninggal Akibat Difteri di Bangka Selatan
Perawat mengunakan baju steril saat akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terkena virus difteri -- ANT/Muhammad Adimaja

Bangka Selatan: Sebanyak dua warga Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung, meninggal karena difteri. Keduanya meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung Mulyono mengatakan pemerintah provinsi telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Bangka Selatan. "Sebenarnya satu orang meninggal sudah bisa KLB. Apalagi sampai dua orang seperti di Bangka Selatan," kata dia di Pangkalpinang, Jumat, 8 Desember 2017.

(Baca: Warga Ragu Divaksin walau Imunisasi DPT Gratis)

Mulyono menjelaskan, penyakit diferi ini 70 persen disebabkan karena kurang atau tidak lengkapnya imunisasi. Sehingga, daya tahan tubuh anak berkurang.

"Penyakit diferi ini risiko kematiannya tinggi sekali," ungkap dia.

Menurut Mulyono, pihaknya teah meminta kepada para orang tua agar lebih memperhatikan imunisasi anaknya. Jangan sampai karena sibu bekerja, jadi lupa membawa anaknya ke posyandu untuk imunisasi.

"Tolong untuk ibu-ibu pastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap," pinta Mulyono.

(Baca: Cegah Difteri Lewat Imunisasi Sejak Dini)

Seseorang yang terserang diferi, terang Mulyono, biasanya mengalami demam, sakit tenggorokan, dan sariawan. "Jika ditemukan anak dengan kondisi demikian, hendaknya cepat dibawa ke rumah sakit terdekat," tuturnya.

Dinkes Bangka Belitung akan melakukan sweeping ke daerah-daerah, khususnya di Bangka Selatan, untuk mencari anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. "Bangka Selatan ini kan masuk wilayah Sumatera. Imunisasi ulang DPT akan dilakukan triwulan pertama di Januari 2018," pungkasnya.

 


(NIN)