Pemkot Pekanbaru Apresiasi Penerapan Tarif Atas dan Bawah Taksi Daring

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 20 Oct 2017 17:23 WIB
ojek online
Pemkot Pekanbaru Apresiasi Penerapan Tarif Atas dan Bawah Taksi Daring
Ilustrasi taksi online. Foto: MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com,  Pekanbaru: Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru mengapresiasi pemberlakuan tarif atas dan tarif bawah bagi angkutan sewa khusus atau taksi daring yang tertuang dalam rancangan revisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 26/2016.

"Kita menyambut baik rencana penerapan tarif atas dan tarif bawah, agar masalah tarif angkutan, khususnya taksi daring maupun transportasi online tidak lagi menimbulkan polemik di lapangan," kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Sunarko, saat ditemui Metrotvnews.com di kantornya, Jumat, 20 Oktober 2017.

Ia mengungkapkan, selama ini, masalah tarif angkutan khususnya angkutan berbasis aplikasi atau transportasi online menuai banyak polemik. Bagi pengusaha transportasi, kata Sunarko, tarif tersebut dinilai terlalu murah sehingga berpotensi menimbulkan persaingan tidak sehat di lapangan. 

"Masih banyak sopir taksi pangkalan atau taksi argo yang mempertanyakan tarif taksi daring atau transportasi online. Dengan ketidakpahaman itu, terkadang muncul masalah dan gesekan di lapangan," ujarnya. 

Baca: Revisi Aturan, Bagaimana Nasib Tarif Transportasi Online?

Hal inilah yang mendorong Dishub Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru secara aktif memantau kondisi di lapangan sembari mengimbau agar masing-masing pihak dapat menahan diri. 

Pihaknya juga mengimbau agar para pengemudi taksi pangkalan atau argo bersabar karena peraturan menteri terkait keberadaan transportasi online dan tarifnya sedang dalam pembahasan. 

"Kami imbau agar (taksi pangkalan atau argo dan transportasi online) sama-sama menahan diri. Juga menjaga etika. (Taksi daring atau transportasi online) jangan ambil penumpang tepat di hadapan taksi-taksi pangkalan. Etikanya juga harus dijaga," kata Sunarko.

Ia mengaku bahwa Dishub Pekanbaru sudah mengetahui tentang rancangan revisi Permen No. 26/2016. Namun pihaknya belum dapat menetapkan kebijakan karena belum menerima salinan Permen tersebut No. 26/2017 tersebut.

"Kami sudah mengetahui tentang revisi Permen tersebut. Kalau sudah kami terima, akan kami telaah dan pelajari bersama Pemprov Riau. Keputusan nantinya ada di Dishub Provinsi Riau, termasuk soal penetapan tarif atas dan tarif bawah akan diputuskan Kemenhub atas dasar masukan dari gubernur," paparnya. 

Termasuk soal kuota, tambah Sunarko, juga akan dibahas bersama Dishub Provinsi Riau. "Pembahasannya nanti akan dilakukan bersama Dishub Riau. Kita berharap hasilnya bisa diterima dan dilaksanakan semua pihak, termasuk trasportasi online," pungkasnya. 

Sementara itu, Roy, 40, pengemudi transportasi online yang beroperasi di Pekanbaru mengaku belum pihaknya tak mempermasalahkan jika pemerintah ingin mengatur soal tarif transportasi online. 

"Sejauh hal itu untuk kepentingan bersama dan juga tidak merugikan keberadaan kami sebagai pengemudi transportasi online tak masalah. Semakin banyak pilihan tentu semakin bagus. Masyarakat juga bebas memilih jenis angkutan yang diinginkan," ujarnya saat dihubungi Metrotvnews.com.
 
Meski terbilang baru terjun di transportasi online roda empat namun Roy sudah merasakan dampaknya. Selain soal pelayanan dan keamanan, pengguna angkutan transportasi online juga merasa nyaman selama di perjalanan. "Itu kesan yang kami dapatkan dari para pengguna transportasi online," pungkasnya.


(ALB)