Terdakwa Pembunuhan Siswi SMP di Medan Jalani Sidang Perdana

Farida Noris    •    Kamis, 08 Sep 2016 18:54 WIB
pembunuhan
Terdakwa Pembunuhan Siswi SMP di Medan Jalani Sidang Perdana
Keluarga SYD menunggu di luar ruang sidang PN Medan, Sumatera Utara, Kamis 8 September 2016 (Foto: MTVN/Farida Noris Ritonga)

Metrotvnews.com, Medan: FNRW, 16, terdakwa pembunuhan terhadap SYD, 13, siswi Sekolah Menengah Pertama Barlind School, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Kamis 8 September 2016.

Sidang beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu. Sidang kasus pembunuhan sadis dan pemerkosaan itu berlangsung tertutup di Ruang Cakra 2 PN Medan lantaran terdakwa dikategorikan anak-anak. Sidang itu dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik. Meski tertutup, sejumlah keluarga korban tetap menunggu di luar ruang sidang.

Dalam dakwaan, JPU Sindu membacakan, peristiwa itu terjadi di kawasan semak Jalan Djamin Ginting kilometer 13, Kelurahan Sidomulyo, Medan. Saat itu, pelaku melihat SYD menunggu di sebuah pondok. SYD yang baru pulang sekolah itu tengah memeriksa ponselnya.

"Melihat kondisi jalan sepi, pelaku lalu mendekati korban. Dia berpura-pura meminta agar diantarkan ke Pancur Batu. Namun permintaan itu ditolak korban. Terdakwa lantas berjalan ke bagian belakang korban dan berusaha membekap mulutnya," kata Sindu saat membacakan dakwaan di PN Medan, Sumatera Utara, Kamis (8/9/2016).

Kemudian, terdakwa menarik korban ke semak-semak berjarak sekitar 10 meter dari pondok itu. Korban berusaha melawan dengan menggigit lengan pelaku. Mendapat perlawanan, pelaku langsung menikam rusuk korban sebanyak dua kali. Karena masih meronta ia pun menikamkan pisau ke leher korban.

Melihat korban tak berdaya, pelaku memperkosa korban. Setelah melancarkan aksi bejatnya itu, pelaku mengambil ponsel korban dan meninggalkannya dengan pisau yang masih tertancap di leher.

"Terdakwa dijerat Pasal 365 Ayat (3) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan kematian dan Pasal 82 Undang Undang Perlindungan Anak," kata dia.


(TTD)