Taksi Online Mangkal akan Digembok

Alwi Alim    •    Jumat, 29 Sep 2017 19:55 WIB
taksi online
Taksi Online Mangkal akan Digembok
Aksi driver taksi online menuntut tak ada lagi sweeping, 23 Agustus 2017, MTVN - Alwi

Metrotvnews.com, Palembang: Dinas Perhubungan Sumatera Selatan membatasi operasional taksi berbasis aplikasi atau taksi online. Sopir taksi online dilarang mangkal atau mengambil penumpang di jalur yang menjadi trayek taksi konvensional. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Sumsel, Nelson Firdaus, mengatakan taksi online itu mobile atau bergerak sehingga pihaknya mengambil tindakan jika mendapati taksi online mengetem dalam mengambil penumpang.

"Kami akan lakukan pengembokan kunci roda jika ada taksi online yang mangkal atau ngetem," katanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat 29 September 2017.

Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengambil tindakan tegas apabila ditemukan taksi daring yang menggunakan kendaraan berplat luar Sumsel. Lantaran, sesuai dengan peraturan daerah jika lebih dari tiga bulan berada di Sumsel maka harus diganti plat daerah.

"Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menjaga kondusifitas di Sumsel," terangnya.

Pihaknya juga akan menyampaikan surat kepada pemerintah pusat untuk menghentikan taksi online. Selain itu, pihaknya juga akan menyampaikan surat kepada aplikator untuk membatasi penambahan jumlah pengemudi online.

"Semua ini sesuai dengan tuntutan para sopir taksi konvensional," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menghimbau agar tidak ada lagi aksi anarkis dan keributan antara taksi online dan konvensional sembari menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

"Rencananya keputusan ini akan dikeluarkan 1 November 2017 mendatang," katanya.

Untuk sementara, ia juga menghimbau agar mematuhi aturan yang berlaku seperti taksi online dilarang untuk mangkal atau mengetem saat mengambil penumpang.

"Taksi online juga dilarang untuk mengambil penumpang yang sudah ada trayek taksi konvensionalnya," pungkas Alex.

Seperti diketahui, ribuan sopir angkot mendatangi Pemprov Sumsel mengadukan nasib atas keberadaan taksi online, Rabu 27 September 2017. Dalam kesempatan tersebut para sopir mengaku jika pendapatan mereka berkurang hingga 70 persen karena taksi online. Selain itu, taksi online layaknya taksi konvensional karena mangkal dalam mengambil penumpang. (Alwi Alim) 


(RRN)