BNNP: 63 Ribu Penduduk Sumbar Salahgunakan Narkoba

   •    Kamis, 27 Jul 2017 12:14 WIB
narkoba
BNNP: 63 Ribu Penduduk Sumbar Salahgunakan Narkoba
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Padang: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat mencatat sebanyak 63 ribu penduduk provinsi itu menggunakan narkoba. Narkoba yang digunakan berjenis ganja, ekstasi, maupun sabu.

"Angka pengguna narkoba ini mengalami kenaikan sekitar lima persen dari tahun 2016, yakni sekitar 59 ribu orang," kata Kepala BNNP Sumbar Syamsul Bahri saat memberikan sambutan dalan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Padang, Kamis 27 Juni 2017.

Menurutnya, saat ini peredaran narkoba sudah masuk ke seluruh kalangan masyarakat baik pejabat, buruh, pedagang, pegawai negeri, hingga pelajar.

"Dibutuhkan kerja keras dari semua pihak untuk menberantas peredaran di lingkungan mereka," ujarnya.

Ia menyebutkan saat ini pihaknya berupaya melakukan pencegahan baik sosialisasi melalui seminar dan diskusi bahaya narkoba. Sosialisasi melalui penyebaran brosur juga dilakukan terhadap para pengendara kendaraan bermotor.

"Sejauh ini kami lebih banyak memberikan sosialisasi kepada para pelajar karena mereka paling rentan menjadi target para pengedar narkoba," katanya.

Terkait penindakan, ia akan bersikap tegas terhadap penangkapan terhadap pemakai narkoba terutama bagi mereka yang menginginkan rehabilitasi.

"Kita ingin memberikan efek jera terhadap para pengguna narkoba, jika ada yang ditangkap kita akan proses langsung secara hukum," kata dia.

Ia mengatakan langkah rehabilitasi tetap dilakukan bagi mereka yang masuk kategori sebagai pecandu yang ingin mengobati dirinya.

"Kalau direhab tapi tetap tidak berubah maka akan kita proses secara hukum sehingga menimbulkan efek jera bagi mereka yang menggunakan," katanya.

Sementara Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal mengatakan, polisi terus melakukan koordinasi dengan BNNP Sumbar dalam menghilangkan peredaran narkoba di wilayah itu.

Menurutnya, banyaknya penangkapan terhadap pengedar dan bandar narkoba adalah bukti keaktifan anggota di lapangan dalam mengungkap kasus narkoba.

"Kami berkomitmen untuk membersihkan narkoba dari wilayah Sumbar baik melalui pengungkapan kasus maupun sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat," ujarnya. (Antara)


(ALB)