Polisi Periksa Orangtua Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan

Farida Noris    •    Senin, 29 Aug 2016 11:26 WIB
bom bunuh diri
Polisi Periksa Orangtua Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan
Rumah pelaku di Jalan Setia Budi Kota Medan, Sumatera Utara dipasangi garis polisi. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Kepolisian menjemput orangtua IAH, pelaku penyerangan rumah ibadah Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, di kediamannya di Jalan Setia Budi Gang Sehati, Medan, Minggu 28 Agustus.

"Kedua orangtua pelaku sudah dijemput polisi. Katanya dibawa untuk dimintai keterangan," kata S Siagian, tetangga IAH, saat ditemui Metrotvnews.com.

Menurut Siagian, polisi sempat menggeledah rumah IAH. Namun dia tidak tahu apa saja barang bukti yang disita.

"Kita kan enggak boleh masuk, tapi ada beberapa bungkusan yang dibawa dari kamar pelaku," ujar dia.

IAH baru lulus dari SMA Negeri 4 Medan. Putra bungsu dari pasangan Arista Purba dan Hasugian itu dikenal tertutup.

"Anaknya cuek, tidak pernah bergaul dengan tetangga. Setahu saya dia rajin salat. Dia biasanya pergi salat naik sepeda motor dan pakai jubah," kata dia.

Polisi masih menyelidiki kasus itu. Rumah pelaku masih dipagari garis polisi. Informasi yang diperoleh, polisi membawa sejumlah barang bukti dari rumah pelaku di antaranya laptop, jam tangan, dan rangkaian kabel.

IAH berupaya meledakkan bom di rumah ibadah Santo Yosep, Minggu pagi, 28 Agustus. Tak hanya itu, dia juga menyerang pemuka agama Albert S. Pandingan saat akan berkhotbah di depan mimbar. IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur setelah salah satu bom rakitan yang digendongnya meletup.

Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, umat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku.


(TTD)