Kapal yang Meledak di Batam Curi 1.115 Ton CPO

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 22 Nov 2016 21:08 WIB
ledakan
Kapal yang Meledak di Batam Curi 1.115 Ton CPO
Kapal Nona Tang II meledak beberapa hari lalu. Foto: Metrotvnews.com/Anwar

Metrotvnews.com, Batam: Polisi mendalami dugaan keterlibatan pengusaha asal Batam dalam kasus pencurian 1.115 ton minyak sawit mentah (CPO) di atas kapal MT Tabonganen 19 di Tanjungbalai Karimun pada 28 Oktober 2016. Harga total CPO yang dicuri kapal berbendera Indonesia itu ditaksir Rp4 miliar.

"Masih didalami. Pengusaha berinisial A tersebut akan dipanggil untuk dimintai keterangannnya. Dia adalah pemilik kapal MT Nona Tang II," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian kepada wartawan di Polsekta Batuampar, Batam, Selasa (22/11/2016). 

Kapal tanker Nona Tang II adalah kapal yang mencuri 1.115 ton CPO di atas kapal tanker Tabonganen 19. Saat ini, kata Sam, sembilan orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini masih diperiksa Polres Karimun. Mereka adalah delapan Anak Buah Kapal (ABK) MT Nona Tang II dan seorang pria berinisial O. 

"Pria berinisial O ini adalah anak buah pengusaha Batam tadi. Ia turut berperan dalam kasus pencurian CPO di atas kapal MT Tabonganen 19," kata Kapolda. 

Selain menangani kasus pencurian CPO, tim penyidik Polda Kepri juga menyelidiki ledakan yang terjadi di atas MT Nona Tang II pada 16 November 2016. Peristiwa ini mengakibatkan seorang pekerja tewas dan melukai tiga orang lainnya. 

"Ada dua peristiwa yang kami selidiki, kasus pencurian CPO dan ledakan di kapal MT Nona Tang II. Penyidik sedang bekerja mengumpulkan dokumen kapal tersebut, termasuk izin berlabuh di Pelabuhan Bintang 99, Batam, dan pekerjaan yang berlangsung di atas kapal," kata Sam.

Baca: Baca: Muatan Kapal Tanker yang Meledak Diduga Ilegal

Sam mengatakan, hasil penyelidikan sementara, ledakan terjadi karena saat kapal selesai mengangkut CPO, para ABK lupa bahwa masih ada katup tangki yang belum ditutup. 

"Sehingga, ketika ada pekerja yang melakukan pengelasan di atas kapal, lubang tangki tadi terkena percikan api hingga menimbulkan ledakan," ujarnya. 

Polisi menetapkan sembilan tersangka kasus pencurian CPO di Karimun. Pengungkapan kasus ini berawal saat polisi menyelidiki ledakan di kapal MT Nona Tang II. Hasil penyelidikan terungkap, sebelum sandar di Pelabuhan Bintang 99, kapal itu berlayar ke Karimun dan mencuri 1.115 ton CPO di atas kapal MT Tabonganen 19. 

Setelah mencuri, kapal Nona Tang II kabur dan menjual CPO tersebut di perairan perbatasan antara Indonesia-Singapura. Usai menjual, kapal itu berlayar kembali ke Batam dan berlabuh di Pelabuhan Bintang 99. 

Kapal MT Tabonganen 19 adalah kapal hasil tangkapan petugas Bea Cukai Kepri. Kapal ini ditangkap Maret 2016 lalu dalam kasus dugaan penyelundupan 1.115 CPO. Kapal ditangkap karena tidak memiliki dokumen dan manifes barang muatan.


(UWA)