Penyelundupan 5 Kg Sabu dan 2.000 Pil Ekstasi Digagalkan

Farida Noris    •    Kamis, 15 Jun 2017 16:53 WIB
narkoba
Penyelundupan 5 Kg Sabu dan 2.000 Pil Ekstasi Digagalkan
Polres Langkat menyita 5 kilogram sabu dan 2.000 pil ekstasi

Metrotvnews.com, Medan: Polres Langkat menangkap seorang penumpang asal Aceh tujuan Medan di pos lalu lintas Sei Karang, Desa Kuala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis 15 Juni 2017. Penumpang bernama Ahadi itu kedapatan membawa 5 Kilogram narkoba jenis sabu dan 2.000 pil ekstasi.

Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Agus Arianto mengatakan, penangkapan berawal dari adanya laporan bahwa ada seseorang yang membawa narkoba dari Aceh tujuan Medan. Polisi lantas melakukan razia.

"Saat dilakukan razia sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi, polisi melakukan pemeriksaan terhadap penumpang bus CV Impala Transport nopol BL 7619 FL dari Aceh menuju Medan. Ternyata salah seorang penumpang bus itu kedapatan menyimpan sabu dan ekstasi," kata Agus di mapolres Langkat, Kamis 15 Juni 2017.

Agus menjelaskan, Ahadi menyimpan sabu dan pil ekstasi itu di dalam dua buah tas jinjing warna hitam miliknya. Rencananya barang haram itu akan diserahkan kepada seseorang di Medan.

"Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Langkat membawa tersangka dan barang bukti ke Polres Langkat guna proses hukum lebih lanjut," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin mengatakan, polisi masih mendalami penyelundupan sabu dan ekstasi dari Aceh itu. Polisi saat ini masih melakukan pengembangan jaringan tersangka.

"Tersangka akan diproses sesuai hukum yang berlaku," bebernya.

Sementara itu, tersangka Ahadi mengaku terpaksa membawa narkotika itu karena diiming-imingi uang senilai Rp2 juta. Narkoba itu rencananya akan diserahkan tersangka kepada seseorang yang ada di Medan.

"Saya diperintahkan seseorang ketika turun di Langsa. Kalau berhasil, saya diberi Rp2 juta. Karena saya membutuhkan uang, makanya nekat membawa narkotika itu. Saya baru sekali ini bawa barang itu," ujarnya.

Tersangka dijerat Pasal 115 subsidair Pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.


(ALB)