Disdik Ingatkan Besaran Sumbangan Sekolah Harus Disepakati Orang Tua

Alwi Alim    •    Sabtu, 12 Aug 2017 12:22 WIB
pendidikan
Disdik Ingatkan Besaran Sumbangan Sekolah Harus Disepakati Orang Tua
Kendaraan melintasi SMAN 1 Palembang, MTVN - Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Dinas Pendidikan Sumatera Selatan mengizinkan sekolah menarik Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Sumbangan dinilai tak termasuk dalam pungutan liar.

Kepala Bidang SMA Disdik Sumsel, Bony, mengatakan pihak sekolah dan komite yang berwenang menentukan besaran SPP. Namun Disdik bakal memantau proses penarikan dan penggunaannya.

"Biasanya ada kesepakatan sekolah dan orang tua berapa besaran yang harus dibayar dengan jangka waktu selama satu tahun," kata Bony melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Jumat 11 Agustus 2017.

Bony mengingatkan sekolah untuk tidak menarik sumbangan dari siswa yang berasal dari keluarga tak mampu. Bila itu dilakukan, sekolah melakukan pelanggaran.

Bony mengatakan besaran sumbangan berbeda tiap sekolah. Sumbangan biasanya meliputi tambahan biaya operasional dan gaji guru honor.

Ia menyontohkan besaran SPP di SMAN 1 Palembang berbeda dengan sumbangan di daerah lain. Sebab SMAN 1 Palembang menggunakan fasilitas mesin pendingin suhu alias AC. Sehingga besaran sumbangannya berbeda dari sekolah yang tak menggunakan AC.

Menurut Bony, 300 SMA dan SMK tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumsel. Namun ia baru mendapat informasi 200 SMA/SMK melakukan penarikan sumbangan.

"Penarikan SPP ini dilakukan baru tahun ini dikarenakan ada peralihan sekolah dari Kabupaten/Kota ke Provinsi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palembang, Nasrun Bani, mengatakan tak menentukan besaran SPP. Adapun sumbangan dilakukan secara sukarela.

"SPP itu dilarang yang ada hanya sumbangan sukarela," terang Nasrun.



(RRN)