Capaian Vaksinasi MR di Aceh Terendah

Antara    •    Jumat, 14 Sep 2018 19:00 WIB
Imunisasi Measles Rubella (MR)
Capaian Vaksinasi MR di Aceh Terendah
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek--MI/INDRI YANI

Yogyakarta: Menteri Kesehatan Nila AF Moeloek menegaskan, Aceh menjadi provinsi yang terendah dalam pencapaian vaksinasi campak dan rubella (MR) dibanding daerah lain di Indonesia. Capaian vaksinasi MR di Aceh itu, baru sekitar tujuh persen. 

"Jadi pencapaiannya masih sangat rendah," kata Nila saat ditemui disela-sela acara Sidang Umum Ke 35 International Council Of Women di Inna Garuda, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat 14 September 2018.

Namun ia membantah, jika proses pelaksanaan vaksinasi di Aceh saat ini dihentikan.Menurut dia, tidak dihentikan hanya memang prosesnya di Aceh sangat lambat, sehingga perlu ada perpanjangan waktu sendiri agar capaiannya tinggi.

"Jadi tidak dihentikan," ujar Nila tanpa merinci penyebab utama lambatnya vaksinasi MR di Aceh itu.

Ia menegaskan, jajarannya masih berupaya mendorong percepatan vaksinasi MR di Aceh agar dapat seperti provinsi lain di Indonesia yang capaiannya di atas rata-rata. Pemerintah katanya, tetap menargetkan tahun 2018 ini dapat mencapai 95 persen dari total 32 juta anak yang divaksin.

"Sampai akhir tahun ini, kami kejar pencapaiannya agar bisa sampai 20 persen untuk vaksin MR," ujarnya.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan mengatakan penggunaan vaksin campak dan rubella atau vaksin MR telah diperbolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Nila mengatakan, imunisasi vaksin MR perlu untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Vaksiniasi tahap kedua tahun ini menjangkau  wilayah-wilayah terpencil. Dengan sasaran bisa mengimunisasi sebanyak 32  juta anak dari 28 provinsi di Indonesia. Jika dibandingkan tahun lal yang hanya di Pulau Jawa, jumlah itu menurun karena jumlah anak yang diimunisasi sebanyak 35 juta. 



(ALB)