ABU Tours Berangkatkan 350 Orang Terakhir ke Tanah Suci

Dwi Apriani    •    Senin, 09 Apr 2018 16:38 WIB
penipuan
ABU Tours Berangkatkan 350 Orang Terakhir ke Tanah Suci
Kantor ABU Tours di Sumatera Selatan. MEDIA INDONESIA/Dwi Apriani

Palembang: Biro perjalanan umrah dan haji Amanah Bersama Ummat (ABU Tours & Travel) Cabang Palembang, Sumatera Selatan, memberangkatkan 350 orang ke tanah suci untuk umrah, Senin 9 April 2018. Hal itu sebagai komitmen biro perjalanan yang pemiliknya kini sudah ditahan polisi.

Aliansi Jemaah dan Mitra Agen ABU Tours, Edi Wibowo, mengatakan jemaah yang dibagi menjadi dua kelompok terbang ini masih menggunakan nama ABU Tours sebagai travel umrah.

Meski izin telah dicabut, jemaah yang berangkat sudah dijadwalkan berangkat setelah Maklumat yang dikeluarkan oleh ABU Tours. Sehingga jemaah tetap bisa berangkat untuk menunaikan ibadah umrah.

"Ini adalah komitmen terakhir. Dan hari ini terakhir berangkat, setelah itu kami tidak tahu lagi terkait berangkat atau tidaknya," katanya.

Baca: Permohonan PKPU ABU Tours Dikabulkan

Edi mengatakan, aset ABU Tours yang ada di Palembang meliputi kantor operasional, satu unit mobil Innova, dan peralatan kantor tetap dikendalikan Aliansi Jemaah dan Mitra Agen ABU Tour.

Menurut dia, dari beberapa aset itu pihaknya hanya diminta mengoperasionalkan kantor. Untuk mobil masih digunakan oleh pihak ABU Tours untuk operasional keberangkatan jemaah umrah. 

"Kami mau meminta untuk aset ditunda dulu disita karena kami mau melayani jemaah kalau ada jemaah yang mau ambil paspor dan berkas lainnya," katanya.



Selain itu masih banyak paspor yang belum diambil oleh jemaah dan masih disimpan di kantor ABU Tours juga menjadi alasan untuk mengajukan penundaan penyitaan aset.

"Sebab kata dia kalau aset disita kantor tak bisa lagi beroperasional. Paspor masih sekitar separuh lagi dari total 6 ribuan jemaah yang berkasnya ada di kantor," jelasnya.

Sementara itu, M Fathonah, calon peserta umrah asal Muara Enim, mengaku dirinya sudah menunggu keberangkatan cukup lama. Bahkan ia sempat kecewa dan harus berlapang dada karena kasus ABU Tours.

Setelah tahu berangkat 9 April ini, dirinya langsung ke Palembang dan menginap untuk bersiap dan menunggu keberangkatan.

"Tadinya sudah menyerah saat tahu kondisi ini. Tapi saat diyakini akan tetap berangkat asal menambah biaya, saya bertekad lebih baik menambah Rp15 juta, sementara di awal Januari 2017 saya sudah menyetor Rp16,5 juta," tandasnya.




(ALB)