Pilot Citilink Diduga Konsumsi Obat Terlarang

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 23 Dec 2017 12:45 WIB
obat berbahaya
Pilot Citilink Diduga Konsumsi Obat Terlarang
Citilink. Ant/Nyoman Budhiana.

Batam: Seorang pilot maskapai Citilink, berinisial AK diduga mengonsumsi obat terlarang dalam pemeriksaan urine yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Kepri. Akibatnya, penerbangan rute Batam-Palembang-Kualanamu (Medan) tertunda selama tiga jam. 

Manager Operational Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan, pemeriksaan urine yang dilakukan Tim Polda Kepri dilakukan secara acak. 

"Tes urine berlangsung, Jumat, 22 Desember 2017. Tes dilakukan secara acak terhadap maskapai yang akan terbang, yakni tujuh pilot maskapai Lion Air dan enam pilot maskapai Citilink," ungkap Suwarso kepada medcom.id, Sabtu, 23 Desember 2017. 

Dari pemeriksaan tersebut, sambung Suwarso, seluruh pilot Lion Air negatif, sedangkan satu pilot Citilink berinisial AK diduga atau terindentifikasi mengomsunsi obat yang dilarang. "Masih dugaan. Informasi yang kami dapatkan, pilot tersebut mengomsumsi obat flu karena sedang kurang sehat," ujarnya. 

Karena teridentifikasi mengomsumsi obat terlarang, AK tak diizinkan terbang dan menjalani pemeriksaan lanjutan. "Penerbangan rute Batam-Kualanamu yang harusnya terbang pukul 10.00 WIB tertunda. Pesawat baru berangkat sekira pukul 13.00 WIB," ujarnya. 

Informasi yang dihimpun dari anggota tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menyebutkan, hasil tes urine yang dilakukan secara acak di Bandara Hang Nadim, seorang pilot Citilink berinisial AK diduga mengomsumsi obat yang dilarang. 

"Proses pemeriksaan lab masih berlangsung untuk mengetahui kandungan zat obat yang dikonsumsi pilot tersebut. Hasilnya baru akan diketahui setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," ujarnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar, membantah jika pilotnya berinisial AK terindikasi mengomsumsi obat terlarang. 

Benny memyebut, pilot dengan inisial AK sedang flu dan batuk. Saat itu, obat yang dikonsumsi adalah obat flu dan batuk yang sudah dilengkapi dengan surat keterangan dokter yang sah. "Surat tersebut juga sudah ditunjukkan ke tim Polda Kepri di Batam. 

"Jadi, belum ada bukti kuat konsumsi narkoba tapi obat flu dengan kandungan Dextromethorphan," ungkapnya. 


(ALB)