Generasi Milenial Potensi Kekuatan Indonesia

Budi Warsito    •    Sabtu, 28 Oct 2017 12:34 WIB
pendidikan
<i>Generasi Milenial Potensi Kekuatan Indonesia</i>
Anggota Komisi I DPR RI Effendi MS Simbolon. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Medan: Generasi milenial  yang identik  dengan  anak muda melek teknologi perlu dibekali dengan nilai kebangsaan. Nilai-nilai kebangsaan dibutuhkan agar mereka bisa memanfaatkan teknologi  untuk membangun negeri  ini menjadi lebih kuat, tidak kalah dengan negara-negara  maju lain.

Pemuda milenial pun bisa jadi kekuatan potensial Indonesia di masa datang.

"Pemerintah sepatutnya memfasilitasi kebangkitan generasi milenial tersebut  di tengah momentum peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2017. Kita perlu mengingatkan bahwa, sejak dulu negara ini dibangun oleh para pemuda," kata Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) Effendi MS Simbolon, Sabtu 28 Oktober 2017.

Terbukti dengan adanya Sumpah Pemuda pada tahun 1928, yang kemudian mendorong Proklamasi Kemerdekaan pada  tahun 1945. Semuanya dipelopori oleh para pemuda.

Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, pada hakikatnya para pemuda generasi milenial menjadi pewaris bangsa dan negara. Karena itu mereka tidak boleh cuek dan apatis pada kondisi bangsa dan negara ini.

"Generasi  milenial harus  didorong  supaya  konsisten berjuang  untuk kemajuan bangsa dengan memanfaatkan teknologi," tegasnya.

BKKBN (Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional)  mencatat Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai  180 juta  jiwa atau sekitar 70 persen atau  pada tahun 2020-2030. Bahkan, saat ini populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15-34 tahun sangat besar, yaitu mencapai 34,45%.

Kondisi itu menjadi  bonus demografi  bagi Indonesia. Tingginya rasio usia produktif dalam struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan.

Dirinya gembira pemerintah sudah mengantisipasi dengan menyiapkan beberapa program  menyambut generasi  milenial sebagai  bonus demografi.

"Pemerintah akan bekerja lebih fokus lagi dengan membuka akses generasi muda  menempuh pendidikan setinggi-tingginya  dengan menyiapkan beasiswa, mendorong semangat  wirausaha, dan  menyediakan lapangan kerja.  Semua dilakukan  supaya  Indonesia  mempunyai SDM berkualitas tinggi," paparnya.

Effendi pun memuji pemerintahan Jokowi-JK yang selama tiga tahun pemerintahan telah menyediakan dana abadi sebesar Rp 22,5 triliun yang dikelola oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Program itu disalurkan dalam bentuk beasiswa master dan doktoral kepada sebanyak 16.295 anak bangsa.

Mereka dapat menempuh pendidikan di berbagai bidang ilmu  pengetahuan dan teknologi dan bisa mengabdi bagi Tanah Air. "Tahun depan Presiden Jokowi menaikkan lagi dana LPDP menjadi Rp 31,5 triliun sehingga semakin banyak generasi muda bisa memanfaatkannya guna memajukan bangsa," katanya.


(SUR)