Guguran Lava masih Terjadi di Sinabung

Farida Noris    •    Rabu, 18 Oct 2017 15:15 WIB
erupsi sinabung
Guguran Lava masih Terjadi di Sinabung
Warga beraktivitas di lereng Gunung Sinabung di Karo, Sumut, Jumat 29 September 2017, Ant - Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Medan: Aktivitas Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, masih tinggi. Selama 12 jam, Rabu 18 Oktober 2017, 14 kali guguran lava terjadi di puncak Sinabung.

"Tercatat mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WIB. Tapi tak disertai guguran awan panas," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Armen.

Sementara erupsi terjadi satu kali pada pukul 07.34 WIB. Tinggi kolom mencapai 700 meter dengan arah angin ke timur-tenggara.

Kemarin malam, lanjut Armen, erupsi terjadi sebanyak dua kali. Itu menandakan aktivitas vulkanik masih tinggi.

"Tapi tak bisa diprediksi. Hampir setiap hari Sinabung erupsi," ujar Armen.

Hujan abu vulkanik masih terjadi. Tapi warga tak terganggu karena terbiasa dengan kondisi tersebut.

"Dampaknya terasa pada lahan pertanian," lanjut Armen.

Warga tak perlu khawatir dengan potensi banjir lahar dingin. Sebab, cuaca di sekitar Gunung Sinabung cerah dan diprediksi tidak hujan dalam waktu dekat.

Meski demikian, Armen tetap mengingatkan warga dan wisatawan tak beraktivitas di zona yang beradius 3 Km dari puncak. Armen mengatakan larangan itu wajib dipatuhi.

"Karena tidak dapat diprediksikan kapan letusan berakhir. Karena itu warga diimbau jangan mendekati zona merah," pungkasnya.

Lava merupakan magma yang keluar dari dalam gunung. Saat keluar, magma bersuhu tinggi, bisa mencapai 1.300 celcius.

Lava mengendap membentuk bebatuan vulkanik dan bersuhu dingin. Guguran lava terjadi menandakan gunung bererupsi. Saat magma mendesak dari dalam perut gunung, bebatuan itu berjatuhan.


(RRN)