Ratusan Sopir Becak di Aceh Tolak Trasnportasi Online

Antara    •    Senin, 16 Oct 2017 15:52 WIB
ojek online
Ratusan Sopir Becak di Aceh Tolak Trasnportasi Online
Ilustrasi taksi online/MTVN

Metrotvnews.com, Banda Aceh: Ratusan tukang becak dan sopir labi-labi atau angkutan kota, menolak kehadiran transportasi berbasis daring atau online di Aceh. Penolakan disampaikan di Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Senin 16 Oktober 2017.

Ketua Koalisi Transportasi Aceh Supriadi mengatakan, di Banda Aceh, transportasi online semakin marak beroperasi, baik sepeda motor maupun mobil. "Praktik ini telah menimbulkan gejolak, terutama operator angkutan umum konvensional seperti mobil rental, abang becak, hingga sopir labi-labi," kata Supriadi di lokasi.

Supriadi menambahkan, pengoperasian kendaraan bermotor bukan angkutan umum menjadi angkutan umum melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Praktik ini juga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang angkutan jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik.

"Kehadiran angkutan berbasis online telah menimbulkan keresahan dan konflik di kalangan pengusaha angkutan resmi dan pengemudi angkutan konvensional," ungkap dia.

Oleh karena itu, Supriadi mengatakan, Koalisi Transportasi Aceh mendesak Gubernur Aceh tak memberikan izin transportasi online di Aceh seperti di beberapa daerah lainnya di Indonesia. Kemudian, juga menutup dan memberhentikan transportasi berbasis online yang sudah beroperasi di Aceh. Serta memperhatikan nasib pengusaha transportasi yang ada agar dapat tumbuh dan berkembang.

"Kami berharap ada tindak lanjut dari tuntutan ini dalam waktu 15 hari ke depan. Kami juga berharap solusi atas permasalahan yang kami hadapi sekarang ini," pungkas Supriadi.



(ALB)