Gubernur Ditangkap, Wagub Bengkulu Pimpin Apel Pagi

Safran Ansyori    •    Rabu, 21 Jun 2017 11:10 WIB
ridwan mukti
Gubernur Ditangkap, Wagub Bengkulu Pimpin Apel Pagi
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dikawal saat ditahan KPK, Ant - Hafidz Mubarak A

Metrotvnews.com, Bengkulu: Suasana di Kantor Pemerintahan Provinsi Bengkulu tetap berjalan meski Gubernur Ridwan Mukti ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memimpin apel pagi di halaman kantor, Rabu 21 Juni 2017.

Pantauan Metro TV, pegawai tetap menjalankan rutinitas seperti biasa. Aktivitas tak terganggu dengan penangkapan Gubernur Ridwan terkait dugaan kasus korupsi proyek infrastruktur.

"Kami upayakan (memberi bantuan hukum). Kami melihat kondisi dulu. Untuk berkomunikasi juga belum diizinkan dalam waktu tertentu," kata Rohidin usai memimpin apel pagi.


(Wagub Bengkulu memimpin apel pagi di halaman kantor Pemprov Bengkulu sehari setelah KPK menangkap Gubernur Ridwan - Metro TV)

Namun demikian, lanjut Rohidin, ia tetap memantau perkembangan terkait penangkapan Gubernur Bengkulu dan istri. Ia meminta kantor perwakilan Pemprov Bengkulu di Jakarta untuk memantau.

"Tapi laporannya, kondisinya tidak bisa diakses. Dalam kondisi seperti itu, kami hanya bisa memantau melalui media," lanjut Rohidin.

Rohidin menegaskan akan berkoordinasi untuk memperlancar penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penangkapan Gubernur dan istri. 

Gubernur Dibela

Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Bengkulu Gotry Suyanto membantah informasi soal operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Ridwan. Gotry menegaskan Gubernur Ridwan tidak terjaring OTT.

Gotry menjelaskan, pada pukul 08.00 WIB, Selasa 20 Juni 2017, Ridwan memimpin rapat dengan Bupati Bengkulu Utara Mi'an terkait proyek infrastruktur di kabupaten tersebut.

Sejam kemudian, Gubernur pamit dan langsung keluar ruangan. Namun, Gubernur tak memberi tahu tujuannya. Gotri lalu melanjutkan untuk memimpin rapat.

"Rupanya, Pak Gubernur menuju Polda," ungkap Gotri.


(Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Bengkulu Gotry Suyanto, Metro TV)

Gotri membantah pemberitaan yang menyebutkan Gubernur terjaring OTT. Saat ini, lanjut Gotri, Pemprov tengah menunggu kepastian hukum terhadap Gubernur.

Sementara itu KPK menahan Gubernur Ridwan dan istrinya, Lili Martiani Ridwan, di Jakarta. Ridwan dan Lili Mereka ditangkap terkait dugaan suap fee proyek sebesar Rp1 miliar.

Baca: OTT Gubernur Bengkulu Terkait Proyek Jalan

Ridwan pun menyampaikan permohonan maaf pada warga Bengkulu. Ia juga mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang ia pegang saat ini.


(Lili Martiani Maddari, istri Gubernur Bengkulu, ditahan di Gedung KPK Jakarta, Ant - Hafidz Mubarak A)

"Permohonan maaf. Saya harus bertanggung jawab atas kekhilafan istri. Saya juga mengundurkan diri dari Ketua DPD Golkar dan Gubernur," ungkap Ridwan saat keluar dari Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.

Lihat video:



(RRN)