Polda Aceh Siagakan 1.225 personel

Antara    •    Sabtu, 23 Dec 2017 16:23 WIB
natal dan tahun baru
Polda Aceh Siagakan 1.225 personel
ilustrasi Medcom.id

Banda Aceh: Dalam rangka perayaan Natal dan tahun baru 2018, Polda Aceh beserta jajarannya di polres menurunkan 1.225 personel dalam rangka mewujudkan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat Aceh menjelang akhir tahun 2017.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, mengatakan, personel polisi akan bertugas dan melaksanakan pengamanan jelang tahun 2018 mulai diintensifkan pada 23 Desember sampai 1 Januari 2018 mendatang.

"Kami sudah menggelar apel pasukan sebagai pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh personel pengamanan, berikut kelengkapan prasana dan sarana pendukungnya. Lalu keterpaduan unsur lintas sektoral dalam rangka pengamanan guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," kata Rio.

Dalam operasi itu, sebanyak 860 personel dari jajaran Polda Aceh, dipersiapkan guna mengantisipasi beberapa ancaman, hambatan dan potensi serangan teror serta konflik dalam kehidupan masyarakat terkait perayaan Natal seperti aksi sweeping ormas. Dengan adanya tim dari operasi lilin ini diharapkan mampu memberikan keamanan dan kenyaman bagi masyrakat Aceh. 

"Selama berlangsung Operasi Lilin 2017 para pesonel akan ditempatkan pada tempat-tempat ibadah, jalan arus mudik dan balik, lokasi objek wisata, pusat perbelanjaan. Di seluruh tempat itu akan didirikan pos pengamanan dan pelayanan," tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banda Aceh melarang warganya merayakan malam pergantian tahun. Mereka diminta agar tidak mengadakan pesta kembang api, membakar petasan, tiup terompet, balap-balapan, permainan atau kegiatan hura-hura lainnya yang bertentangan dengan syariat Islam dan adat istiadat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Banda Aceh Arief Fadhillah, menyebutkan, seruan bersama ini dikeluarkan setelah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh menggelar pertemuan.

"Ada lima poin yang disampaikan dalam seruan bersama larangan menyambut 1 Januari 2018 dengan hura-hura. Jadi tidak boleh menyambut tahun baru dengan kegiatan yang tidak sesuai dengan syariat Islam, larangan memperjualbelikan petasan/mercon, kembang api, terompet atau sejenisnya," katanya.

Meski demikian, Pemerintah Banda Aceh tidak melarang perayaan tahun baru yang bernuansa Islami seperti zikir dan kegiatan keagamaan lainnya. Katanya, sesuai komitmen bersama dengan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman.

"Mari kita bersama meningkatkan kepedulian dalam menegakkan Syariat Islam dengan tidak melakukan berbagai yang melanggar peraturan perundang-undangan dan Qanun Syariat Islam, serta menjaga jati diri warga Kota Banda Aceh yang Gemilang dalam Bingkai Syariah," sebutnya.


(ALB)