Empat Pasangan Bakal Calon akan Bertarung di Pilgub Riau

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 18 Oct 2017 20:20 WIB
pilkada 2018
Empat Pasangan Bakal Calon akan Bertarung di Pilgub Riau
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Peta politik menjelang Pilgub Riau mulai sedikit tergambar. Diprediksi ada empat bakal calon pasangan yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Riau 2018. Nama mereka pun makin santer mencuat ke publik. 

Pengamat politik Universitas Riau (Unri), Hasanuddin, mengatakan, empat pasangan bakal calon tersebut, yakni Arsyadjuliandi Rachmad (petahana)-Suyatno (Bupati Rohil); Muh Haris (Bupati Pelalawan)-Yopi Arianto (Bupati Inhil); Syamsuar (Bupati Siak)-Muh Haris, dan Firdaus (Wali Kota Pekanbaru) dan calon pasangannya. 

"Meski belum ada dukungan secara resmi dari parpol, tetapi empat pasangan ini mulai mencuat ke publik. Di media juga sudah mulai santer diberitakan. Bahkan, baliho pasangan Arsyadjuliandi-Suyatno sudah bermunculan," kata Hasanuddin kepada Metrotvnews.com, Rabu, 18 Oktober 2017.

Pasangan Arsyadjuliandi-Suyatno cukup realistis karena merupakan perpaduan darat (perkotaan) dan pesisir. Arsyadjuliandi representasi masyarakat perkotaan, sedangkan Suyatno representasi masyarakat pesisir. "Keduanya ingin menggalang basis massa dan suara di wilayah berbeda, darat (perkotaan) dan pesisir," kata Hasanuddin.

Pada Pilkada 2015 lalu, Suyatno dan wakilnya didukung oleh PDIP. Sejauh ini belum ada keputusan resmi PDIP apakah akan mendukung lagi Suyatno atau justru mengusung calon lain. "PDIP sepertinya akan mengusung calon lain jika melihat jumlah kursi dan kans calon lain yang berpotensi menandingi Arsyadjuliandi," jelas Hasanuddin.

Calon pasangan lain yakni Muh Haris-Yopi Arianto, kata dosen Pascasarjana UNRI ini, merupakan calon yang punya peluang besar bersaing merebut kursi nomor satu di Riau. 

Dikatakan Hasanuddin, pengalaman keduanya menjadi bupati 2 periode adalah modal menuju Pilgub Riau 2018. Terlebih, di internal Partai Golkar nama Haris merupakan kader yang berpotensi manjadi gubernur dengan kemampuannya memimpin Pelalawan.

"Baru-baru ini beredar informasi di media sosial, PDIP memberi rekomendasi kepada Haris-Yopi maju di Pilgub Riau 2018. Namun harus dicek kebenaran informasi tersebut, apakah PDIP benar merestui pasangan ini atau tidak," ujarnya.

Jika benar PDIP akan mengusung pasangan ini, kata dosen Fisip Unri ini, maka peluangnya cukup besar. Apalagi jika PDIP membangun koalisi dengan partai lain, seperti NasDem, Hanura, dan PKB. "Saya menilai calon pasangan ini bisa mebandingi incumbent," kata Haanuddin.

Pasangan lain adalah Syamsuar-Muh Haris. Pasangan ini juga dianggap pasangan ideal maju di Pilgub Riau. Keduanya, jelas Hasanuddin, adalah bupati yang kini sudah memasuki dua periode kepemimpinan mereka di Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan. 

Jika ternyata Haris pasti maju sebagai calon gubernur, maka Syamsuar harus mencari calon pendamping yang lain. "Untuk dukungan parpol, Syamsuar sudah makin dekat ke PAN. Selain PAN, Syamsuar berupaya mendapat dukungan dari Gerindra, PKS, dan partai lainnya," urai Haanuddin. 

Satu calon lainnya adalah Firdaus, yang kini menjabat Wali Kota Pekanbaru. Sebagai kader Partai Demokrat, Firdaus akan maju melalui partai berlambang mercy tersebut. Namun dukungan DPP Demokrat hingga saat ini belum final, apakah mengusung Firdaus atau Achmad, mantan Ketua DPD Partai Demokrat Riau yang juga mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul).

"Menarik untuk menunggu keputusan yang akan diambil PDIP dan Demokrat yang sama-sama meraih sembilan kursi di DPRD Riau. Adapun Golkar meraih 13 kursi yang secara otomatis bisa mengusung sendiri calon gubernur dan wakil gubernur," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPW NasDem Riau, Iskandar Hoesin mengatakan, keputusan siapa bakal calon gubernur yang akan ditunggu NasDem akan keluar dalam waktu dekat. Paling lama sebelum November 2017 DPP NasDem diharapkan sudah memutuskan calon gubernur yang akan diusung.

"Ada beberapa nama yang akan kami rekomendasikan. Saat ini ada lima bakal calon yang mencuat, yakni Arsyadjuliandi Rachman, Muh Haris, Syamsuar, Lukman Edy, dan Achmad," kata Iskandar kepada Metrotvnews.com, Rabu, 18 Oktober 2017.

Kelimanya, sambung Iskandar, adalah calon kuat. Untuk mengusung calon gubernur, kata dia, partainya telah melakukan komunikasi dengan PDIP, Hanura, PKB, termasuk dengan Golkar untuk membangun koalisi. 

"Saya rasa pasangan Haris-Yopi punya peluang besar untuk maju. Kita lihat saja nanti, karena dari lima nama bakal calon tersebut, DPP NasDem nantinya yang akan memutuskan," pungkasnya. 


(ALB)