Bocah Korban Peluru Nyasar akan Direhabilitasi

Farida Noris    •    Jumat, 02 Feb 2018 19:48 WIB
peluru nyasar
Bocah Korban Peluru Nyasar akan Direhabilitasi
Ilustrasi penembakan, Medcom.id

Medan: Bocah berinisial AA yang tertembak polisi saat penangkapan bandar narkoba di Jalan Ampera Medan, masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan, Sumatera Utara. Kondisi AA mulai membaik pasca tertembak di bagian betis sebelah kanan.

"Dia masih perawatan. Tertembak hanya di bagian kaki. Dalam beberapa hari ini masih dirawat. Pengobatannya akan kita fasilitasi," kata Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Bugner, Jumat, 2 Februari 2018.

Kompol Wilson menyebutkan bocah berusia 14 tahun itu setelah dites urin ternyata positif narkoba. AA pernah aktif menghisap sabu dan inex. Karena itu, polisi akan mengarahkan agar AA direhabilitasi setelah keluar dari rumah sakit.

"Dia akan dikembalikan ke keluarganya, karena dia masih anak- anak. Nanti akan kita diarahkan untuk rehabilitasi. Karena harus permohonan keluarga. Kita juga minta keluarganya untuk membuat surat pernyataan agar memperhatikan anaknya," jelas Kompol Wilson.

Begitupun, menurut Kompol Wilson polisi masih mendalami peran AA. Karena saat penggerebekan bandar narkoba, AA berada dalam kerumunan massa yang menyerang polisi. Massa terprovokasi dengan pelaku yang meneriaki polisi sebagai maling.

"Tapi perannya masih kita dalami. Dalam kerumunan massa itu, ada dia. Kenapa dia malam-malam ada di situ, padahal dia anak-anak. Dia bukan sengaja ditembak, tapi tidak sengaja tertembak. Tapi saat kerumunan massa itu menyerang, dia ada di sana," pungkasnya.

Polisi juga telah memintai keterangan AA. Pengakuan bocah itu, dia berada di TKP penangkapan untuk berjualan. Rumah AA memang berjarak sekitar 3 km dari TKP penangkapan bandar narkoba.

"Sudah ada dimintai keterangannya. Bukan di BAP ya, tapi secara lisan. Dia alasannya bantu-bantu jualan. Padahal di situ tak ada jualan. Tapi karena dengar warga menyerang polisi, dia ikut di situ. Pertanyaannya, ngapai dia di situ. Tapi nanti kita fokus ke anak dalam hal rehab nya. 

Sebelumnya, AA tertembak saat personel Polsek Medan Timur menangkap dua orang pengedar narkotika di Jalan Ampera Medan, Rabu 31 Januari 2018, pukul 01.30 WIB dini hari. 

Kejadian berawal saat personel melakukan penangkapan di Jalan Ampera Medan. Polisi menangkap dua pemakai dan pengedar narkotika atas nama Siwa Kumar (24) dan Hendriyan (36). Keduanya warga Jalan Ampera 3 Glugur Medan.

Namun, saat akan diboyong, kedua pelaku memprovokasi warga dengan meneriaki polisi maling. Warga yang terprovokasi langsung mengejar polisi dan melempari mobil polisi pakai batu hingga rusak.

Bahkan kesempatan itu dimanfaatkan salah seorang pelaku berinisial B untuk kabur. Ternyata, pada saat itu, AA bocah laki-laki tersebut juga berada di lokasi dan tertembak. Saat dilakukan tes urin, AA positif mengkonsumsi Amphetamine dan Methenamine.


(RRN)