Penumpang Citilink Sembunyikan 1,2 Kg Sabu di Rice Cooker

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 31 Jan 2018 18:28 WIB
narkoba
Penumpang Citilink Sembunyikan 1,2 Kg Sabu di Rice Cooker
Lima bungkus paket sabu disita petugas bea cukai dari dalam rice cooker yang dibawa Ahmat Taufik di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa, 31 Januari 2018.

Batam: Peredaran narkoba di Batam tak ada habisnya. Belum tuntas penyidikan kasus narkotika jenis sabu 66 kg, Bea Cukai Batam kembali menggagalkan penyelundupan 1.282 gram sabu di Bandara Hang Nadim Batam. Pelaku yang membawa sabu itu, Ahmad Taufik langsung ditangkap petugas. 

"Kasus terungkap, Selasa, 30 Januari 2018 sekitar pukul 13.30 WIB. Pelaku saat itu akan berangkat ke Surabaya via Batam menggunakan maskapai Citilink," ungkap Kepala Bidang Kepatuhan, Bimbingan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, R Evy Suhartantyo kepada Medcom.id, Rabu, 31 Januari 2018.

Evy mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal ketika calon penumpang, Ahmat Taufik beserta barang bawaannya melewati pemeriksaan x-ray di pintu keberangkatan Hang Nadim Batam. 

Berdasarkan analisa image mesin x-ray, ungkap Evy, terdapat sesuatu yang mencurigakan di dalam barang milik penumpang. "Selanjutnya dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang di Hanggar Bea Cukai Bandara Hang Nadim, Batam," ungkapnya. 

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan lima bungkus kristal bening yamg disenbunyikan di dinding dalam rice cooker. "Saat dilakukan pemeriksaan menggunakan narcotest, serbuk kristal itu adalah methamphetamine atau sabu. Dengan berat 1.282 gram atau 1,282 kg," ungkapnya. 

Terkait temuan tersebut, pelaku asal Jember, Jawa Timur (Jatim) itu diperiksa petugas. Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, pelaku berusia 24 tahun tersebut diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri.

"Pelaku bersama barang bukti 1,282 kg sabu kami serahkan ke BNNP Kepri untuk penyidikan lebih lanjut," pungkasnya. 

Sebelumnya, Bea Cukai bersama Polda Kepri mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 66 kg. Sabu itu ditemukan saat pemeriksaan x-ray di terminal kargo Hang Nadim Batam, 16 Januari 2018. Setelah dilakukan pengembangan, polisi menangkap dua orang tersangka di Jakarta. 

Satu kasus lainnya yakni peredaran gelap narkoba di kawasan Bida Asri Batam, 27 Januari 2018. Dalam kasus ini, BNNP Kepri menyita sabu seberat 1,2 kg dari tangan pelaku berinisial M. 



(ALB)