KPPU Batam Selidiki 8 Perusahaan Kartel Logistik

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 26 Sep 2016 19:16 WIB
kartel
KPPU Batam Selidiki 8 Perusahaan Kartel Logistik
Pekerja dengan alat berat sedang memuat kontainer ke kapal di Pelabuhan Batuampar, Batam. (Ant/Joko Sulistyo)

Metrotvnews.com, Batam: Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Batam mendalami dugaan kartel pengangkutan peti kemas yang melibatkan delapan perusahaan di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kepulauan Riau. 

Kepala KPPU Batam Lukman Sungkar mengatakan, selain telah meminta keterangan dua konsumen, pihaknya sedang mengumpulkan data dan dokumen terkait biaya jasa pengangkutan peti kemas rute Batam-Singapura dan Singapura Batam. 

Dalam kasus ini, kata Lukman, terdapat delapan perusahaan yang masuk dalam radar KPPU Batam. Mereka diduga bersepakat menetapkan harga jasa pengangkutan peti kemas Batam-Singapura-Batam untuk ukuran 20 feet dan 40 feet. 

"Delapan perusahaan forwarding tersebut adalah perusahaan Singapura tapi mereka punya kantor perwakilan di Batam. Pemain jasa pengangkutan peti kemas Batam-Singapura-Batam hanya delapan perusahaan ini," kata Lukman kepada Metrorvnews.com, Senin (26/9/2016).

Dalam penyelidikan awal KPPU Batam, ke delapan perusahaan menetapkan harga yang sama untuk jasa pengangkutan peti kemas Batam-Singapura yang hanya berjarak sekitar 30 km. Ukuran 20 feet misalnya, ditetapkan seharga USD550 ribu dan ukuran 40 feet seharga USD750 ribu. 

Harga yang dipatok tersebut, menurut Lukman, terlalu tinggi bila dibandingkan harga pengangkutan peti kemas rute Jakarta-Singapura yang berjarak sekitar 1.000 km. "Untuk ukuran 20 feet rute Jakarta-Singapura misalnya, hanya sekira USD250 Ribu. Kalau kita lihat, ada selisih hingga 50 persen antara Batam-Singapura dan Jakarta-Singapura," ungkap Lukman. 

Lukman menambahkan, pihaknya masih menghimpun data dan dokumen terkait biaya dan perbandingan harga pengangkutan peti kemas di Indonesia dan antarnegara. Data tersebut nantinya diolah lagi untuk menyelidiki lebih jauh dugaan kartel yang melibatkan delapan perusahaan asal Singapura itu. 

"Pekan ini kami melanjutkan pemeriksaan. Kami akan meminta keterangan konsumen lagi dan sebuah perusahaan penyedia jasa pengangkutan peti kemas tersebut," tambah Lukman.


(SAN)