Pangkalan Militer di Natuna Aktif 2018

Liliek Dharmawan    •    Senin, 26 Sep 2016 16:25 WIB
pertahanan negara
Pangkalan Militer di Natuna Aktif 2018
Dua jet tempur Sukhoi SU-27MKI/30MKI TNI AU mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, usai melakukan patroli udara di wilayah Kepulauan Riau, Jumat (25/9/2015). Foto: Antara/MN Kanwa

Metrotvnews.com, Purwokerto: Pangkalan militer milik TNI di Pulau Natura, Kepulauan Riau, diperkirakan rampung pada 2017 atau 2018 mendatang. Saat ini pembangunan pangkalan militer untuk Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat, terus dikebut.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan TNI bakal membangun pangkalan militer yang terdiri dari pangakalan pesawat, pangkalan kapal, dan Angkatan Darat di Pulau Natuna. 

"Secara ideal, kami memperkirakan pembangunan memakan waktu 2-3 tahun. Karena Pulau Natuna merupakan wilayah Indonesia yang harus dijaga," kata Gatot usai menjadi pembicara di Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (26/9/2016).

Panglima menegaskan Pulau Natuna merupakan milik Indonesia, sehingga harus dijaga. "Pulau Natura adalah wilayah NKRI. Tidak bisa dinegosiasikan lagi karena merupakan satu kesatuan utuh dan harga mati wilayah NKRI," kata dia.

Letak Pulau Natuna merupakan wilayah strategis karena merupakan wilayah di Kawasan Laut China Selatan yang berbatasan dengan sejumlah negara di Asean. Natuna hingga kini juga diklaim sebagai wilayah Tiongkok berdasarkan peta tradisional mereka.

 


(UWA)