Tarif Kencan Imigran Gigolo Rp20 Juta Sehari

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 09 Sep 2016 23:07 WIB
prostitusi
Tarif Kencan Imigran Gigolo Rp20 Juta Sehari
Imigran berbincang dengan petugas imigrasi Batam di depan Hotel Kolekta Batam yang merupakan lokasi penampungan ratusan imigran dari sejumlah negara. Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Petugas Imigrasi Batam membongkar jaringan prostitusi yang melibatkan 11 imigran di Kota Batam dalam dua hari terakhir. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan imigran lainnya. 

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi (Wasdakim) Batam, Oki Drajad Rizky, mengatakan, 11 warga negara asing tersebut saat ini mendekam di rumah detensi Imigrasi untuk penyelidikan lebih lanjut. 

"Mereka telah dimintai keterangan oleh kepolisian terkait kegiatan prostitusi di sejumlah pusat kebugaran di Batam. Sementara ini mereka kami tahan di rumah detensi untuk pengembangan selanjutnya," kata Oki kepada Metrotvnews.com, Jumat (9/9/2016). 

Hasil pemeriksaan terhadap 11 pencari suaka itu, ungkap Oki, beberapa di antaranya sudah beroperasi selama 6 bulan sampai 1 tahun. Mereka menjajakan diri layaknya gigolo di beberapa pusat kebugaran seperti di Nagoya Hill, Batam, dan tempat lainnya.

"Sekali kencan tarifnya mencapai Rp20 juta. Tapi tarifnya tidak semuanya segitu karena ada juga (imigran) yang masih muda dan baru terlibat. Harga itu (Rp20 juta) bagi yang sudah pengalaman dan dewasa," kata Oki. 

Pengakuan sejumlah pelaku karena mereka diiming-iming bisa mendapatkan uang banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Batam. Dijelaskan Oki, selama setahun, Organisasi Migrasi Internasional (IOM) hanya menanggung biaya makan dan tempat tinggal para imigran di Hotel Kolekta Batam.

Namun, tingginya kebutuhan hidup di Batam, sambung Oki, membuat beberapa imigran tergiur oleh tawaran dari muncikari menjadi gigolo dan melakoni aktivitas prostitusi di Batam. 

"Muncikari ini warga negara Indonesia berinisial R, 35. Namun, kami menduga dia tidak bekerja sendiri. Saat ini dalam penyelidikan kami," kata Oki. 

Pihaknya akan berupaya membongkar sindikat prostitusi yang melibatkan imigran di Batam, terlebih dari 11 orang yang diamankan, beberapa di antaranya pernah melakukan kegiatan sama di Puncak, Bogor. 

Diberitakan sebelumnya, petugas imigrasi Batam menangkap 11 orang imigran diduga terlibat kegiatan prostitusi di Batam. Mereka beroperasi di pusat kebugaran di Jodoh dan Nagoya. Kasus ini terungkap berkat laporan dari masyarakat yang curiga terhadap aktivitas yang dilakukan imigran di pusat kebugaran tersebut.


(UWA)