Pengedar Sabu Jalani Ijab Kabul di Kantor Polisi

Farida Noris    •    Jumat, 07 Oct 2016 18:41 WIB
sabu
Pengedar Sabu Jalani Ijab Kabul di Kantor Polisi
M. Imron dan Supinah menikah di Mapolrestabes Medan. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: M. Imron Bin Misno, 31, dan Supinah Bin Acip, 22, tersenyum bahagia. Mereka telah sah menjadi pasangan suami-istri setelah mengucapkan ijab kabul di Masjid Nurul Falah, Kompleks Mapolrestabes, Medan, Jumat 7 Oktober 2016.

Status Imron yang menjadi tahanan polisi dapat diterima Supinah dengan lapang dada. Imron ditangkap di Jalan Baru Gang Family, Medan Tembung, Jumat 30 September 2016 karena mengedarkan narkoba. 

Dari tangan warga Jalan Pancing III, Medan Tembung, ini disita 3,5 gram sabu-sabu, timbangan elektrik, dan plastik klip kosong. Imron lantas mendekam di sel tahanan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. 

Hasil penjualan sabu itu rencananya digunakan Imron untuk biaya pernikahan. Tapi, Imron tertangkap. Surat undangan sudah disebar, tempat dan katering pun telah dipesan. Bahkan, rencananya resepsi pernikahan itu dilakukan Minggu 9 Oktober 2016.

Proses ijab kabul itu dilakukan sederhana. Di hadapan pejabat KUA Medan Perjuangan, Imron menyerahkan uang tunai Rp100 ribu sebagai mahar. 

Kapolrestabes Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, Kasat Reserse Narkoba Polresta Medan Kompol Boy  J. Situmorang, keluarga kedua mempelai, dan jemaah masjid menyaksikan pernikahan mereka. Sejumlah awak media lantas mengabadikan momen sakral itu.

Setelah ijab kabul dilaksanakan, Supinah yang merupakan warga Jalan Bhayangkara Gang Masjid, Medan, enggan berkomentar. Sementara Imron mengaku perasaannya campur aduk. "Ada bahagia, sedih, dan terharu. Campurlah," ucapnya singkat.

Usai prosesi ijab kabul, tak seperti kebanyakan pengantin, pasangan yang baru disatukan ini justru berpisah. Imron kembali digiring ke ruang tahanan yang ada di Gedung Satresnarkoba Polresta Medan. 

"Ini pelajaran bagi Imron. Agar dia tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kita harap mereka menjadi keluarga sejahtera, sakinah, mawaddah, warahmah," kata Mardiaz.


(UWA)