Bupati Nonaktif Ogan Ilir Akui Pemakai Narkotika

Antara    •    Selasa, 30 Aug 2016 15:45 WIB
narkoba
Bupati Nonaktif Ogan Ilir Akui Pemakai Narkotika
Bupati nonaktif Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi. Foto: MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Palembang: Terdakwa kasus narkoba bupati nonaktif Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Nofiadi mengakui dirinya sebagai pemakai. Hal itu ia sampaikan dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa 30 Agustus.

Nofiadi menjalani sidang perdana bersama dua terdakwa lainnya yakni Murdani dan Faizal Roche. Agenda sidang mendengarkan pembacaan dakwaan dan keterangan saksi dari Badan Narkotika Nasional.

"Iya, saya pemakai," kata Ahmad Wazir Nofiadi menjawab pertanyaan ketua majelis hakim Adrianda Patria terkait dengan barang bukti berupa hasil tes urine positif menggunakan narkoba.

Hadir dalam sidang dua orang saksi anggota BNN. Saksi turut dalam penggerebekan di kediaman orangtua Nofiadi, pada 13 Maret 2016.

Saksi pertama AKP Sutikno mengatakan, terdakwa telah menitipkan uang ke Faizal untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu. Hal itu berdasarkan hasil pengembangan kasus oleh BNN.

Selain itu, BNN menilai terjadi pembuangan barang bukti karena saat Faizal masuk ke kompleks kediaman rumah orangtua Nofiadi dalam kondisi membawa bungkusan narkoba. Hal itu diketahui berdasarkan pengintaian petugas yang menyaksikan sebelumnya terjadi transaksi antara Murdani dan Faizal Roche.

Namun, setelah digeledah, petugas tidak menemukan apapun berkaitan narkoba. Penyidik menjadikan hasil tes urine, rambut, dan telepon seluler sebagai barang bukti.

Terkait dua pernyataan itu, bupati yang resmi diberhentikan melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo Nomor 131 pada 21 Maret 2016 itu menyangkal. "Tidak benar saya membuang barang bukti dan menitipkan uang ke Faizal," kata Nofiadi.

Jaksa Penuntut Umum Ursula Dewi dalam surat dakwaannya menjerat terdakwa dengan Pasal 112 Ayat (1) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan dakwaan sekunder Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Sebelumnya, tim dari BNN pusat menggerebek kediaman orangtua Nofiadi, Mawardi Yahya--mantan Bupati Ogan Ilir--di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang. BNN dan kepolisian mencurigai adanya pesta sabu-sabu pada 13 Maret 2016.

Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap 18 orang. Lima di antaranya positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil tes urine, termasuk Bupati nonaktif Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi. 

Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso dalam keterangan persnya di Jakarta mengatakan, Nofiadi diduga sudah menjadi pemakai sejak lama karena telah ditemukan zat metamfetamina dalam rambut.


(TTD)