Kerusuhan di Tapsel, Empat Orang Terluka Empat Rumah Rusak

Farida Noris    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:16 WIB
kerusuhan
Kerusuhan di Tapsel, Empat Orang Terluka Empat Rumah Rusak
Ilustrasi kerusuhan (Foto: Ant/Abriawan Abhe)

Metrotvnews.com, Medan: Sedikitnya empat orang terluka akibat kerusuhan di Desa Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin malam 19 September. Dua orang di antaranya mengalami luka tembak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting mengatakan, empat korban yakni zul Lubis, 19, luka robek di kepala bagian kiri dan Bargot Pulungan, 35, luka tertembak senapan angin di pinggul kiri.

Sementara, Idris Nasution, 36, mengalami luka di kening kiri, dan Saripada Nasution luka tembak di lengan kiri atas. Keempat korban merupakan warga Desa Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Tidak ada korban jiwa. Empat korban tadi tidak ada yang dirawat di rumah sakit," kata Komisaris Besar Rina Sari Ginting, Selasa (20/9/2016).

Kerusuhan itu juga mengakibatkan empat unit rumah di Desa Huta Pardomuan, Kecamatan sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, rusak.  Pemilik rumah yakni Pahami Siagian, 65; Alarik Nainggolan, 65; Marojahan Simangunsong, 74; dan Marjulu Hasional, 84.

"Empat unit rumah milik warga rusak karena dilempari saat kericuhan itu," kata dia.


Peristiwa itu berawal dari warga Desa Sihepeng Tolu, Kecamatan Siabu, yang keberatan dengan kata-kata yang diunggah pemilik akun Facebook berinisial TDS, warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi. Kata-kata itu dinilai melecehkan agama tertentu.

"Warga lantas berkumpul untuk mencari pemilik akun Facebook berinisial TDS itu. Tak hanya itu, warga juga berencana akan menyerang ke Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan," kata Komisaris Besar Rina Sari Ginting, Selasa (20/9/2016).

Senin pukul 21.00 WIB, sebanyak 60 orang dari Desa Sihepeng Tolu menyerang Desa Huta Pardomuan dengan mengendarai sepeda motor. Namun, aksi itu dihalau sejumlah personel Polres Mandailing Natal yang sudah berjaga di lokasi.

"Namun sekitar pukul 22.30 WIB, masyarakat Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, tiba-tiba ikut menyerang ke Desa Huta Pardomuan. Mereka terprovokasi oleh pergerakan masyarakat Desa Sihepeng," kata dia.

Mereka menyerang rumah warga menggunakan batu dan kayu. Warga Desa Huta Pardomuan ketakutan dan bersembunyi di dalam rumah.

"Mereka melempari rumah warga. Kacanya berpecahan," kata seorang warga, Khairul.

Penyerangan itu kemudian dibubarkan personel gabungan dari Polres Tapanuli Selatan dan Dandim 0212/TS. Massa dihalau ke arah Kabupaten Mandailing Natal.

"Malam itu juga petugas mengumpulkan para Toga dan Tomas untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap warga Desa Aek Badak yang melakukan penyerangan ke Desa Huta Pardomuan, serta menenangkan masyarakat agar tidak terprovokasi dan bersama menahan diri," kata Rina.

Saat ini, kata Rina, situasi sudah kondusif. Sejumlah personel TNI dan Polri masih berjaga di lokasi kerusuhan.


(TTD)