Presiden: Hijaukan Kembali Kawasan Danau Toba

Yogi Bayu Aji    •    Minggu, 21 Aug 2016 03:26 WIB
festival danau toba
Presiden: Hijaukan Kembali Kawasan Danau Toba
Prajurit TNI AL melakukan patroli di kawasan Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sumatera Utara, Sabtu (20/8). ANTARA FOTO/Septianda Perdana.

Metrotvnews.com, Sumatera Utara: Presiden Joko Widodo berpesan kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga dan memelihara kawasan Danau Toba agar tetap hijau. Hal ini disampaikan Presiden ketika berkunjung ke Desa Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir.

Kehadiran Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk menghadiri penanaman 2.500 pohon bersama masyarakat Desa Parparean. Tiba sekitar pukul 16.26 WIB, Presiden Joko Widodo dan rombongan disambut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Wakil Bupati Toba Samosir Hulman Sitorus.

Dalam kesempatan ini, Presiden menanam bibit pohon durian lokal durian sidikalang. Sementara, Iriana menanam bibit pohon mangga (Mangifera indica).

"Saya mengharapkan pemerintah daerah dan masyarakat juga ikut memelihara apa yang sudah ditanam, karena kita ingin ke depan nantinya seluruh perbukitan dan areal Danau Toba ini nantinya akan kita hijaukan total kembali," ujar Presiden Joko Widodo, Sabtu (20/8/2016). 

Menurut dia, masyarakat punya peran penting untuk mewujudkan Danau Toba yang hijau. "Tanpa masyarakat ikut berpartisipasi, bergotong-royong, ikut bersama-sama menanam, sangat mustahil itu bisa kita lakukan," kata Presiden.

Presiden juga menggarisbawahi program pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata prioritas Indonesia untuk menjadi destinasi kelas dunia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan membangun Bandara Silangit agar dapat disinggahi pesawat-pesawat berbadan lebar.

"Jadi kita berharap nantinya Danau Toba ini betul-betul menjadi sebuah tujuan wisata yang kelasnya tidak hanya kelas lokal, tidak hanya kelas domestik, tidak hanya kelas Indonesia, tetapi kelasnya kelas internasional," ujar Presiden.



(OGI)