Pengembangan Wisata Danau Toba

Tugas Besar Memajukan Wisata Danau Toba

Budi Warsito    •    Senin, 25 Sep 2017 13:30 WIB
pariwisata
Tugas Besar Memajukan Wisata Danau Toba
Pemandangan Danau Toba. FOTO: MI/ FARIO UNTUNG

Metrotvnews.com, Medan: Pemerintah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata prioritas yang akan dikembangkan. Bahkan pemerintah menargetkan, Danau Toba dikunjungi satu juta wisatawan di 2019.

Apa saja yang dipersiapkan pemerintah untuk merealiasikan target ini?

Guna percepatan proses pengembangan Danau Toba, pertama Pemerintah Pusat membentuk sebuah badan yang mengelola pengembangan Danau Toba. Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) dibentuk Pemerintah Pusat dan bekerja di bawah naungan Kementrian Pariwisata.

Metrotvnews.com berkesempatan berbincang dengan Kepala BOPDT Arie Prasetyo. Arie akan mengupas tujuan, target dan strategi dari badan ini. Terutama untuk mengejar target satu juta wisatawan di tahun 2019.

“Badan ini dibentuk dari Perpres Nomor 49 Tahun 2016. Tujuannya untuk membuat yang namanya single destination dan single management. Danau Toba ini kan luas jadi harus dikelola badan, tidak cukup jika dikelola Kementrian Pariwisata saja,” ujar Arie saat ditemui Metrotvnews.com, Senin 25 September 2017.

Wajar pemerintahan Jokowi-JK berpikir demikian. Wilayah Danau Toba masuk ke wilayah delapan kabupaten di Sumatera Utara. Mereka adalah yakni Simalungun, Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Phakphak Barat.

Perlu ada satu badan yang mengkoordinasikan delapan daerah ini demi kepentingan lebih besar. “Nah ini perlu di manage oleh Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT). Jadi yang dikelola itu pariwisata. Kita seperti perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat dan daerah” jelasnya.

Fokus kerja badan yang dipimpinnya itu ke kebijakan pariwisata. Danau Toba menjadi wilayah kerja yang mereka pegang. Tujuannya bukan merecoki kewenangan pemda, tapi lebih untuk mensinerginakan visi dan program pariwisata di sekitar Danau Toba.

“Kami dilantik pada Desember 2016. Sampai hari ini sudah 10 bulan. Dalam bekerja kami harus memperhatikan critical, key success Factor,” kata dia.

 


(SUR)