KRI Bima Suci Meriahkan Sail Regatta Vladivostok di Rusia

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 08 Aug 2018 20:35 WIB
kapal perang
KRI Bima Suci Meriahkan Sail Regatta Vladivostok di Rusia
Warga Batam antusias menikmati suasana di atas KRI Bima Suci, di Pelabuhan Batuampar, Batam, Rabu, 8 Agustus 2018.

Batam: Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci akan berlayar ke Rusia dan Korea Selatan dalam misi Operasi Kartika Jala Krida 2018, Jumat, 10 Agustus. Pelayaran akan dimulai dari Kota Batam, Kepulauan Riau.

Komandan KRI Bima Suci, Letkol Widiatmoko Baruno Aji mengatakan perjalanan bakal ditempuh selama 100 hari. Di Rusia KRI Bima Suci akan bergabung dengan puluhan kapal layar tiang tinggi dari seluruh dunia dalam Sail Regatta Vladivostok 2018. Iven ini berlangsung pada 27 Agustus-14 September. 

"Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan ke Korea Selatan untuk mengikuti International Fleet Review 2018, yang berlangsung 10-14 Oktober 2018," ujar Baruno saat ditemui Medcom.id, di atas KRI Bima Suci, Pelabuhan Batuampar Batam, Rabu, 8 Agustus 2018.



Di sela perjalanan menuju dua negara tersebut, kata Baruno, KRI Bima Suci akan menyinggahi beberapa negara. Kunjungan ke beberapa negara ini merupakan bagian dari pelayaran praktik navigasi astronomi Kartika Jala Krida 2018. 

"Negara yang dikunjungi, antara lain; China, Korea Selatan, Rusia, kembali ke China lagi lalu ke Jepang dan kembali ke Korea Selatan, lalu menuju Filipina, kemudian ke Indonesia, tepatnya ke Bitung dan berakhir di Surabaya," ujarnya.  

Kapal layar berkelir putih bersih itu membawa sebanyak 203 personel. Sebanyak 100 personel di antaranya merupakan taruna-taruni/kadet Akademi TNI AL. KRI Bima Suci merupakan kapal layar tiang tinggi kelas Bark buatan galangan kapal Freire, Vigo, Spanyol. Kapal ini selesai diproduksi pada September 2017.

Kelebihan yang dimiliki kapal ini, kata Baruno, memiliki panjang 111 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas. Ditambahkan Baruno, kapal ini bisa menampung akomodasi ruang tidur 203 personel. 

"Kelebihan lainnya, kapal ini memiliki kecepatan 15 knot,  mempunyai alat atau teknologi yang bisa mengubah air laut menjadi air tawar, memiliki alat untuk menghancurkan limbah sampah di kapal, dan teknologi navigasi serta teknologi digital lainnya," jelasnya. 

Sekadar diketahui, KRI Bima Suci merupakan kapal layar latih bagi taruna/kadet TNI AL pengganti kapal legendaris KRI Dewaruci yang sudah beroperasi sejak 1953. 


(ALB)