Bocah 14 Tahun di Meranti Tertembak Polisi

Rudi Kurniawansyah    •    Rabu, 14 Feb 2018 18:04 WIB
penembakan
Bocah 14 Tahun di Meranti Tertembak Polisi
ilustrasi Medcom.id

Pekanbaru: Seorang bocah berinisial SY, 14, tertembak anggota kepolisian Polsek Rangsang Barat, Meranti, Riau, Selasa 13 Februari 2018. Tembakan mengenai bahu kanan dekat dada atas.

Kapolres Meranti Ajun Komisaris Besar (AKB) La Ode Proyek mengatakan, insiden penembakan bermula saat adanya laporan pencurian makanan di sebuah rumah warga yang dilakukan oleh SY pada Minggu 11 Februari 2018. 

Warga berhasil menangkap pelaku dengan membawanya ke Mako Polsek Rangsang Barat, didampingi Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas Bripka Joni Hendra.

"Setelah dua hari, pihak keluarga SY tak kunjung datang. Ayahnya yang dipanggil juga tak datang. Tapi anggota masih menahan SY," kata La Ode didampingi ayah korban Jamaluddin.

Kemudian sekitar pukul 05.45 WIB, sambung La Ode, persisnya setelah salat subuh, Briptu Budi Setiawan yang merupakan anggota kepolisian yang bertugas, mendapati ponsel Samsung J2 miliknya yang sedang dicas di kamar Mess Polsek Rangsang Barat telah hilang. 

Telepon genggam tersebut diduga diambil oleh SY, yang juga tidak lagi berada di Polsek Rangsang Barat.

Kemudian Briptu Budi Setiawan bersama Brigadir Riki Masri dan Bripda Hasbulah Akbar berusaha mencari SY untuk dilakukan penangkapan karena diduga telah mengambil HP milik Briptu Budi. 

Sekitar pukul 10.00 WIB, SY ditemukan oleh Budi di Jalan Dusun Gema, Desa Sialang Pasung, dan kemudian dilakukan penangkapan. Setelah diperiksa, ternyata HP tersebut memang ada di dalam saku celana SY.

SY diduga melakukan perlawanan terhadap Briptu Budi dengan cara menggigit tangan Briptu Budi sampai luka dan mengeluarkan darah. Gigitan tersebut tidak juga dilepas oleh SY, sehingga Hasbullah Akbar yang melakukan penangkapan bersama Budi, berusaha menolong dengan cara mengeluarkan senjata jenis air softgun untuk memberikan peringatan. 

SY tetap tidak menggubris peringatan tersebut. Sempat terjadi tarik menarik.

Rupanya senjata tersebut pengamanan tidak terkunci sehingga tembakan terlepas dan mengenai bahu kanan dekat dada atas SY. Gigitan di tangan Briptu Budi pun lepas.

Adapun kondisi korban SY yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad sudah mulai membaik. SY berasal dari keluarga broken home dimana Ayah dan Ibunya telah bercerai. Ibu SY saat ini sedang bekerja di Malaysia. Sedangkan SY tinggal di rumah neneknya dan Ayahnya telah menikah lagi.

Diperiksa Propam

Terkait insiden itu, tiga anggota Polsek Rangsang Barat, diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau. Pemeriksaan dilakukan atas perintah Kapolda Riau.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Guntur Aryo Tejo mengatakan, Kapolda Riau menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan berjanji akan mengusut tuntas insiden tersebut.

"Bila terbukti bersalah tentu akan dihukum," jelas Guntur.



(ALB)