Judi Gelper Merambah Batam

   •    Sabtu, 07 Oct 2017 19:24 WIB
perjudian
Judi Gelper Merambah Batam
Foto: Gelanggang permainan (Gelper) di Batam, Kepulauan Riau/Ant_Joko Sulistyo

Metrotvnews.com, Batam: Geliat perjudian yang berkedok gelanggang permainan (gelper) di Batam tak terbendung. Gelper saat ini telah menjelma menjadi bisnis judi tak tersentuh hukum lantaran diduga ada aparat kepolisian yang melindungi. 

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian saat awal menjabat sempat menginstruksikan untuk menutup gelper lantaran terindikasi judi. Namun, nyatanya judi gelper terus bergeliat.

Lokasinya beragam. Ada yang menempati bangunan rumah toko (ruko), ada juga yang buka di pusat perbelanjaan atau mal. Diantara puluhan gelper, City Hunter Game yang teletak di simpang lima Nagoya City Walk, Nagoya, Batam menjadi salah satu yang paling besar. 

Saat masuk ke gelper ini, pengunjung akan disambut dengan mesin permainan tembak ikan (fish hunter) yang berada tepat di dekat pintu masuk. Selain fish hunter, sejumlah mesin ketangkasan lainnya juga terlihat aktif.  Dari pantauan, terdapat ratusan unit mesin permainan. 

Pengunjungnya rata-rata adalah pria dan wanita dewasa. Mereka terlihat serius memainkan beberapa mesin ketangkasan di sana.

Modus operandi perjudian di City Hunter yaitu dengan mengaktifkan mesin permainan menggunakan koin dari bahan plastik. Koin tersebut akan diisi poin sesuai dengan pembelian pemain.

"Yang ingin main harus isi saldo kepada kasir. Dalam koin tersebut akan tersimpan berapa saldo yang diisi,"kata salah satu warga setempat.

Apabila pemain ingin berhenti atau yang diistilahkan dengan cancel, maka wasit akan menghentikan permainan. Sebuah kertas putih yang ada barcodenya akan keluar dari mesin permainan.

Dari kertas tersebut akan diketahui berapa jumlah poin yang dapat diuangkan oleh pemain. Setelah mendapatkan kertas tersebut, pemain dapat menukarkan dengan barang elektronik seperti handphone. 

"Handphone-nya tertulis harganya. Jadi tinggal tukar ke kasir," ujarnya. 

Setelah itu ada kurir yang di siapkan pengusaha untuk menukar handphone dengan uang oleh penukar di luar area gelper yang jaraknya tak begitu jauh. 

"Jadi handphone yang di tukar oleh kurir kembali lagi ke kasir. Begitu seterusnya," paparnya.

Modus menukar barang elektronik dengan uang itu cukup ampuh karena transaksinya dilakukan terpisah dari arena gelper. Perputaran uang di tempat itu ditaksir hingga ratusan juta rupiah per harinya.

Judi gelper di tempat ini diketahui dikoordinir oleh bos besar bernama Aliang. Selain City Hunter, Aliang juga memiliki judi gelper lainnya seperti Super Sonic di wilayah Tembesi, Batuaji dan Kingdom, di Gedung Olah Raga (GOR), Lubuk Baja.

Aliang hampir satu tahun menjalankan judi gelper di tiga lokasi tersebut. Aliang tidak tersentuh hukum karena diduga secara rutin berkoordinasi dengan aparat. 

Saat dikonfirmasi, Kapolda Kepri Irjen  Sam Budigusdian tak meresponnya. Sementara Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum ( DirReskrimum) Polda Kepri, Kombes Lutfi Martadian berdalih ketiga tempat itu memiliki izin dari Pemkot Batam dan menampik tidak ada perjudian.

"Jika ada perjudian hadiahnya berupa uang saya pasti tangkap," kata Lutfi

Ihwal perizinan, sumber dari warga Batam menyebut memang ada namun itu merupakan izin untuk permainan anak anak dan keluarga.  Peraktiknya di lapangan tidak sesuai izin. (MHK)


(LDS)