Mobil Mewah Cara Sindikat Narkoba Kelabui Petugas

Budi Warsito    •    Sabtu, 19 Aug 2017 16:17 WIB
sabu
Mobil Mewah Cara Sindikat Narkoba Kelabui Petugas
Mobil Toyota Land Cruiser Prado yang digunakan sindikat narkoba internasional untuk bawa sabu dari Aceh ke Palembang.--MTVN/Budi--

Metrotvnews.com, Medan: Sindikat narkoba internasional diringkus Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) Kamis 17 Agustus 2017. Sindikat asal Malaysia itu menggunakan mobil mewah jenis Land Cruiser Prado untuk menyelundupkan sabu untuk mengelabui petugas. 

"Jadi biar dikira pejabat atau bukan orang biasa sehingga lolos dari pemeriksaan petugas. Ini yang dimanfaatkan pelaku," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Hendri Manurung, Sabtu 19 Agustus 2017 di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan.

"Jadi, kalau biasanya pakai mobil rental pasti diberhentikan saat petugas melakukan razia. Namun, karena pakai mobil mewah dikira petugas itu mobil pejabat dan kesempatan itu lah yang dimanfaatkan para pelaku ini," tambahnya.

Baca: Rampas Senjata Petugas, Bandar Sabu Asal Aceh Ditembak Polisi

Hendri menjelaskan, ketiga pelaku yang ditangkap oleh petugas dari Unit 4 Subdit ll Ditresnsrkoba Polda Sumut adalah Yossi Andrian Saputra alias Andre, 23, Baktiar, 29, dan Musli Adi, 39. Ketiga warga Aceh. Total sabu yang mereka bawa dari Aceh ke Palembang pun mencapai delapan kilogram. 

"Pengungkapan ini aksi mereka yang keempat kali. Total ada 8 kilogram sabu. Jadi 5 kilogram, 1 kilogram, 1 kilogram, terakhir 1 kilogram ini yang gagal beredar," ungkap Hendri.

Hendri menjelaskan, barang haram itu masuk dari Malaysia ke Aceh melalui pelabuhan-pelabuhan tikus. Kemudian, Sabu itu dibawa dari Aceh ke Medan lalu dibawa ke Palembang menggunakan mobil mewah.

Seperti diketahui, ketiga tersangka ditangkap saat melintas di Besitang, Langkat, Sumut, dalam perjalanan dari Aceh menuju Medan, Kamis 17 Agustus 2017. Dari penggeledahan mobil Land Cruiser hitam bernopol BK 1381 IM yang dikendarai pelaku, petugas menemukan sabu seberat 1 kilogram.

Dalam penangkapan yang dilakukan, tersangka Musli Adi tewas ditembak karena melawan dan mencoba merampas senjata petugas saat akan melakukan pengembangan.


(ALB)