Ratusan Pengemudi Betor dan Angkot Mengadu ke DPRD Sumut

Farida Noris    •    Senin, 20 Mar 2017 15:34 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Ratusan Pengemudi Betor dan Angkot Mengadu ke DPRD Sumut
Aksi betor dan angkot di Medan, MTVN - Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Ratusan pengemudi becak bermotor dan angkutan kota (angkot) mendatangi Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin 20 Maret 2017. Mereka kecewa lantaran pemerintah tak bisa mengendalikan operasional angkutan umum berbasis aplikasi alias online dan taksi bodong.

Sekretaris Jenderal Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) Nasrizal mengatakan mereka telah berdiskusi mengenai masalah itu ke Dinas Perhubungan Kota Medan. Tapi, hasil diskusi tak jelas.

"Yang dibicarakan malah peremajaan becak. Sementara pemerintah pusat mengatakan menyerahkan regulasi transportasi online ke pemerintah daerah," ungkap Nasrizal di depan Gedung DPRD Sumut, Kota Medan.


(Aksi pengemudi betor dan angkot menolak transportasi berbasis online beroperasi di Medan, MTVN - Farida Noris)

Mereka, lanjut Nasrizal, meminta pertanggungjawaban DPRD Sumut soal regulasi pengoperasian transportasi online. Ia mengingatkan keberadaan angkutan berbasis aplikasi itu melanggar Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Nasrizal mengatakan pendapatan pengemudi betor dan angkot menurun. Ia menduga kondisi itu terjadi sejak angkutan online beroperasi. 

"Biasanya kami membawa pulang Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per hari. Tapi sejak angkutan online beroperasi, paling banyak kami dapat Rp20 ribu sehari. Kalau begini, bagaimana nasib kami. Bagaimana kami bisa bersaing jika persaingannya tak sehat," ungkap Nasrizal.

Anggota DPRD Sumut menemui pengunjuk rasa. Anggota dewan sepakat akan mendiskusikan bahasan tersebut ke pemerintah.


(RRN)