11 Orang Jadi Tersangka Pencurian Minyak Mentah di Perairan Kepri

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 22 Nov 2016 10:11 WIB
pencurian
11 Orang Jadi Tersangka Pencurian Minyak Mentah di Perairan Kepri
Kapal MT Tabonganen 19 saat lego jangkar di perairan Tanjungbalai Karimun, MTVN - Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Polisi menetapkan 11 tersangka kasus pencurian minyak mentah di perairan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau. Para tersangka mengaku mendapat perintah dari seseorang berinisial O.

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusgian mengatakan penetapan tersangka berawal dari penyelidikan di peristiwa ledakan di kapal MT Nona Tang II pada 16 November. Sebelumnya, kapal bersandar di Pelabuhan Bintang 99.

Kemudian kapal berlayar menuju perairan Karimun dan mendekati Kapal Tabonganen 19. Kapal Tabonganen 19 mengangkut 1.115 ton minyak mentah.

"Kapal ini masuk ke perairan Karimun pada 26 Oktober 2016 dan 27 Oktober lego jangkar sekira 1 mil dari Kantor Bea Cukai Karimun. Dan pada 28 Oktober mencuri 1.115 ton CPO di atas Kapal Tabonganen 19," ungkap Kapolda usai menyampaikan Maklumat Bersama Polri-TNI di Markas Polda Kepri, Senin (21/11/2016).

Lalu kapal MT Nona Tang II kabur menuju perairan batas wilayah Indonesia-Singapura. Minyak mentah kemudian dijual ke kapal asing. Setelah itu, kapal MT Nona Tang II kembali ke Batam dan bersandar di Pelabuhan Bintang 99.

"Kami masih melakukan pengembangan atas kasus ini. Kami akan memanggil jaksa yang sudah menerima pelimbahan barang bukti CPO ini dari pihak Kanwil Bea Cukai. Termasuk memeriksa pemilik kapal bernisial A, seorang pengusaha di Batam," kata Sam.


(RRN)