Yoyok, Alumnus Teknik Kimia yang Habiskan Waktu Berjam-jam di Warnet

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 25 Oct 2017 17:46 WIB
terorisme
Yoyok, Alumnus Teknik Kimia yang Habiskan Waktu Berjam-jam di Warnet
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Yoyok Handoko alias Abu Zaid, 32, dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik. Dia juga dikenal pendiam dan pandai memasak. Namun keluarganya tak menduga jika anak ketiga dari enam bersaudara ini ditangkap polisi atas tuduhan terlibat jaringan teroris.

Magdalena, 56, ibu kandung Yoyok menuturkan, pagi itu sekira pukul 06.00 WIB, ia menyuruh Yoyok untuk membeli pulsa listrik atau token. Malam sebelum putranya ditangkap, listrik di rumah Magdalena padam sehingga pulsa listrik harus segera diisi.

"Sekitar pukul 06.00 pagi dia (Yoyok) keluar rumah mencari pulsa listrik. Setelah ditunggu-tunggu, dia tak kunjung pulang ke rumah. Kami mulai khawatir, karena sudah jam 09.00 pagi Yoyok belum juga pulang," tutur Magdalena saat ditemui di rumahnya di Jl Mangga Besar III, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Rabu, 25 Oktober 2017. 

Baca: Jaringan Teroris Riau Rencanakan Serang Polsek hingga Polda Riau

Kabar belum pulangnya Yoyok sampai di telinga Bu Yet, salah seorang kerabatnya. Ia datang ke rumah pemuda berjambang itu dan membantu keluarga Magdalena mencari keberadaan anaknya tersebut di sekitar Jl Harapan Raya dan Jl Bukit Barisan. 

"Kami sempat berkeliling mancari Yoyok, tetapi tidak ketemu. Kami datangi semua warnet di sekitar Jl Harapan Raya dan Jl Bukit Barisan tetapi dia tidak ada di sana. Kami khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu padanya," tutur Bu Yet.

Ia menuturkan, sengaja menyisir semua warnet karena Yoyok suka nongkrong di tempat tersebut. "Dia gemar main game. Bahkan bisa berjam-jam duduk di warnet. Kadang hingga pukul 04.00 pagi," tuturnya. 

Alumnus Jurusan Teknik Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Riau (Unri) itu, sambung wanita berhijab ini, biasanya bermain game di warnet sekitar Jl Bukit Barisan, Kota Pekanbaru. Jarak dari rumahnya ke warnet itu tidak terlalu jauh. 

Kegemaran Yoyok berada di warnet kadang membuat ibunya risau. "Suatu kali, saya menjemputnya ke warnet, karena sudah pukul 04.00 pagi dia tak kunjung pulang ke rumah," kata Magdalena. 

Kegemaran Yoyok bermain game di warnet terhenti sementara waktu setelah ia ditangkap Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Riau di depan Indomaret Jl Bukit Barisan, Kota Pekanbaru, sekira pukul 06.00 lebih.

Megdalena bersama Bu Yet mengetahui Yoyok diamankan polisi ketika Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Riau datang ke rumahnya, sekira pukul 15.00 WIB. Kepada Magdalena, Densus 88 menyatakan, Yoyok ditangkap karena terlibat jaringan teroris. 

"Dari situlah kami baru tahu, ternyata Yoyok ditangkap polisi ketika kami menyuruhnya membeli pulsa listrik. Kami sempat panik mencari tahu keberadaannya," ujar Magdalena. 

Terkait penangkapan tersebut, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. Perempuan berjilbab ini yakin jika anaknya tidak terlibat dengan jaringan teroris. 

"Silahkan diproses hukum jika memang anak kami terbukti terlibat jaringan teroris. Tetapi jika tidak ada bukti apapun yang mengarah pada keterlibatannya dalam jaringan teroris, saya minta polisi membebaskan anak saya," pungkasnya. 

Informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, empat terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Riau di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, Riau, diterbangkan ke Jakarta untuk pengembangan lebih lanjut. 

"Keempatnya akan dibawa ke Jakarta untuk pengembangan lebih lanjut. Kami hanya membantu dan memback-up Densus 88 Mabes Polri dalam operasi yang dilakukan di Provinsi Riau," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo. 



(ALB)