PDIP Makin Dekat ke Haris-Yopi di Pilgub Riau 2018

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 26 Oct 2017 18:53 WIB
pilkada 2018
PDIP Makin Dekat ke Haris-Yopi di Pilgub Riau 2018
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com,Pekanbaru: PDI Perjuangan makin mendekati untuk mengusung bakal calon gubernur-wakil gubernur, Muh Haris dan Yopi Arianto pada Pilgub 2018 mendatang. Kedua nama bakal calon tersebut akan menjalani fit and proper test di DPP PDIP di Jakarta. 

Nama Haris dan Yopi, bakal calon gubernur dan wakil gubernur Riau makin santer muncul ke publik. Kedua nama tersebut bahkan terus dikaitkan dengan PDI Perjuangan setelah muncul rekomendasi dari partai itu beredar di media sosial. 

Meski tak menampik informasi tersebut, namun Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau, Kordias Pasaribu tak ingin buru-buru mengeluarkan statmen bahwa partainya mengusung Haris dan Yopi maju di Pilgub Riau. 

"Perlu kami sampaikan bahwa kewenangan untuk memutuskan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung oleh PDI Perjuangan ada di tangan pengurus DPP. Kami hanya merekomendasikan beberapa nama untuk selanjutnya dipilih oleh DPP," ujar Kardias Pasaribu kepada Metrotvnews.com, Kamis, 26 Oktober 2017.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan fit and proper test terhadap beverapa nama calon gubernur dan wakil gubernur Riau yang mendaftar di PDI Perjuangan. Nama-nama itu, di antaranya; Arsyadjuliandi Rahman, Muh Haris, Syamsuar, Lukman Edy, termasuk Yopi Arianto.

Selain uji kepatutan dan kelayakan, kata Kordias, DPD PDIP Riau juga melakukan uji kemampuan terhadap para bakal calon gubernur dan wakil gubernur. 

"Selain di tingkat DPD, nama-nama bakal calon tersebut juga akan menjalani fit and proper test di DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Hasilnya, akan diputuskan langsung oleh DPP," ungkapnya. 

Sama seperti calon gubernur-wakil gubernur yang diusung oleh PDI Perjuangan di Sulsel dan Jatim, calon gubernur-wakil gunernur yang akan diusung PDIP akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

"Jika beliau berhalangan, maka akan disampaikan oleh DPP, atau DPD atas persetujuan DPP. Jadi, kita tunggu saja karena kami tak ingin melangkahi kewenangan DPP," ujarnya. 

Untuk mengusung calon gubernur-wakil gubernur Riau, sambung Kordias, partainya tetap akan berkoalisi dengan partai lain. PDIP meraih sembilan kursi di DPRD Riau. Dibutuhkan empat kursi lagi untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur. 

Beberapa parpol masuk dalam radar partai ini untuk membangun koalisi. "Kami intens membangun komunikasi dengan partai lain, seperti Nasdem, Hanura, PKB, termasuk Golkar. Kami ingin membangun koalisi seperti koalisi yang dibangun di tingkat nasional," paparnya. 

Pengamat politik Universitas Riau (Unri), Hasanuddin, mengatakan, bukan tanpa alasan PDI Perjuangan akan mengusung pasangan Haris dan Yopi. Keduanya merupakan kepala daerah yang saat ini masih menjabat.

Haris adalah Bupati Pelalawan dan Yopi adalah Bupati Indragiri Hilir (Inhil). Pasangan ini dinilai pas untuk mewakili masyarakat Riau. "Haris dikenal sebagai pejabat dengan segudang pengalaman. Ia juga meraih banyak penghargaan, baik tingkat nasional maupun internasional," kata Hasanuddin.

Dosen pascasarjana Fisip Unri ini mengatakan, Haris adalah salah satu kader terbaik Golkar di daerah. Dia merupakan mantan Ketua DPRD Pelalawan dan Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Kab Pelalawan. Namanya cukup disegani di internal Golkar. 

"Pertarungan sengit akan terjadi di Pilgub Riau 2018 jika PDI Perjuangan benar akan mengusung Haris dan Yopi. Karena mereka akan menghadapi tokoh Golkar lainnya, yang juga Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar Riau, yakni Arsyadjuliandi Rachman yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Riau," ujarnya.


(ALB)