Seorang Petani Jadi Otak Perampokan Disertai Penyekapan

Alwi Alim    •    Selasa, 18 Apr 2017 13:23 WIB
perampokan
Seorang Petani Jadi Otak Perampokan Disertai Penyekapan
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Martoyo -- MTVN/Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Seorang petani menjadi otak perampokan disertai penyekapan di dua tempat berbeda. Susanto, 31, ditangkap di rumahnya di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Martoyo menjelaskan, Susanto ditangkap atas pengembangan keterangan dua pelaku lain, Sugiharto, 30, dan Agus, 35, yang lebih dulu diciduk. Aksi pertama komplotan Susanto dilancarkan pada 30 Juli 2016.

Korban bernama Mursalin, warga Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Dengan bersenjata pistol rakitan, Susanto dan enam pelaku lainnya yang saat ini masih buron, menodong dan menyekap korban dan istrinya serta seorang pembantu.

"Korban disekap di dalam kamar," terang Agung saat gelar perkara di Polda Sumsel, Selasa, 18 April 2017.

Kawanan perampok ini menggondol uang Rp900 juta dari rumah korban. Beruntung, pelaku tidak melukai korbannya.

Aksi kedua kelompok Susanto dilakukan pada 7 Desember 2016 di rumah Jauhari, warga RT 004 RW 003 Kelurahan Gelumbang, Muara Enim. Kali ini, Susanto mengajak 11 rekannya mendatangi rumah korban dan menodongkan senjata. Pemilik rumah beserta seorang penjaga kemudian disekap di kamar tengah.

Dari rumah korban, tersangka dan komplotannya membawa kabur uang Rp619 juta, satu gelang emas 22 karat, cincin berlian, dan beberapa barang elektronik. Kerugian korban diperkirakan lebih dari Rp1 miliar.

"Dari hasil penangkapan, kami mendapatkan satu motor vixion warna merah hasil dari penjualan barang pencurian. Kami akan melakukan pengembangan lagi untuk mencari rekan tersangka dan hasil curian," pungkas Agung.


(NIN)