Apotek Jual PCC di Medan bukan Anggota GP Farmasi

Farida Noris    •    Senin, 25 Sep 2017 18:58 WIB
pil maut pcc
Apotek Jual PCC di Medan bukan Anggota GP Farmasi
Polrestabes Medan merilis barang bukti peredaran PCC, MTVN - budi Warsito

Metrotvnews.com, Medan: Polrestabes Medan, Sumatera Utara, menyita 2.000 butir pil paracetamol caffeine carisoprodol (PCC). Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumut menegaskan produksi dan distribusi pil-pil tersebut ilegal.

Ketua GP Farmasi Sumut Amin Wijaya mengatakan tak pernah mendukung peredaran obat tersebut. Sehingga produksi dan distribusi PCC di luar jangkauannya.

Ia mengecek status Apotek Gunung Mas di Medan yang menjual PCC. Ia menegaskan apotek tersebut tak bergabung dengan GP Farmasi.

"Apotek itu bukan anggota GP Farmasi. Namun penemuan itu, nama baik apotek di Medan tercoreng," terang Amin di Medan, Senin 25 September 2017.

Anggota GP Farmasi, lanjutnya, memasok obat dari produsen yang legal. Pemilik apotek kerap bertemu untuk memperbarui informasi mengenai pemasokan obat.

"Karenanya, kami berharap, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) bisa lebih berperan. Sebab untuk pembinaan dan pengawasan peredaran obat tersebut merupakan ranah mereka," harap Amin.

Jumat 22 September 2017, Polrestabes Medan mengungkap peredaran PCC. Polisi membekuk dua tersangka yaitu Jawasdin Purba, 49 dan Erwin, 55. 

Tersangka Erwin merupakan pemilik Apotek Gunung Mas. Dari tangan mereka, polisi menyita 2.000 butir PCC.

Baca: Dua Pengedar di Medan Jual PCC Rp10 Ribu/Butir

Menurut Kepala BBPOM Medan Sacramento Tarigan, tim pernah menindak apotek yang berlokasi di Jalan Krakatau itu, dua tahun lalu. Saat itu, apotek juga menjual PCC. 

"Kala itupun dilakukan penindakan. Petugas menyita 15.900 pol PCC dari apotek tersebut," ujar Sacramento.

Ternyata, lanjut Sacramento, tersangka mengulangi kejahatan tersebut. Kali ini, kedua tersangka diproses secara hukum.


(RRN)