141 Warga Simalungun Menderita Diare

Farida Noris    •    Kamis, 20 Apr 2017 19:42 WIB
diare
141 Warga Simalungun Menderita Diare
Ilustrasi Antara

Metrotvnews.com, Medan: Sebanyak 141 orang warga Dusun Manik Huluan, Nagori (Desa) Sait Buttu Saribu, Kabupaten Simalungun menderita diare. Tingginya angka penderita diare menyebabkan daerah ini tercatat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) diare. 

Kabid P2P Dinkes Simalungun Serubabel Saragih mengatakan dari 141 warga, 42 orang di antaranya masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Rondahaim Simalungun. Sedangkan sisanya atau 99 orang lainnya, sedang menjalani perawatan jalan. 

"Kalau pasien yang berobat jalan, kondisi mereka sudah berangsur baik. diare ini dialami anak-anak dan orang dewasa. Kasus ini pun, berawal dari ketidakhadiran siswa-siswi salah satu sekolah dasar di sana. Ternyata setelah dicek ke rumah, orangtua anak-anak ini juga diare," kata Seubabel, Kamis 20 April 2017.

Serubabel menduga diare yang dialami warga mereka ini disebabkan krisis air bersih. Petugas juga sudah mengirimkan sampel air ke Labkesda Provinsi Sumut. Hasilnya baru bisa diketahui dalam 3 hingga 1 pekan. 

"Kita menduga warga yang mengalami diare disebabkan mengonsumsi air kotor. Makanya Pemkab Simalungun telah mengirimkan mobil tanki dari PDAM Tirtauli untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga," terangnya.

Sementara itu, Kabid P2P Dinkes Sumut dr NG Hikmet mengatakan, penyebab diare berasal dari sumber air sungai. Namun kasus diare di Simalungun untuk saat ini masih bisa diatasi Pemda Simalungun. 

"Kita tidak mesti menurunkan tim kesana karena masih bisa ditanggulangi Pemda Simalungun. Tapi, kalau perlu bantuan tim medis dan obat obatan, kita siap," ujarnya. 

Staf Surveilans dan imunisasi Dinkes Sumut Romaida Aritonang menambahkan, penetapan KLB yaitu bila jumlah penderita baru dalam periode dalam periode waktu satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata rata per bulan dalam tahun sebelumnya. 

"Penetapan KLB juga bila angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam satu kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50 persen," bebernya.


(ALB)