Mensos Dorong Beltim Bentuk Kampung Siaga Bencana

   •    Kamis, 20 Jul 2017 20:56 WIB
banjir
Mensos Dorong Beltim Bentuk Kampung Siaga Bencana
Kondisi jalan yang tergerus akibat banjir yang melanda Belitung Timur, Bangka Beltiung, Minggu 16 Juli 2017 -- MI/Rendy Ferdiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendorong Pemda Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Belitung segera mendirikan Kampung Siaga Bencana (KSB) pascabanjir parah di sana.

"Perubahan iklim tidak mudah diprediksi. Apalagi, sebelumnya sudah pernah terjadi banjir. Tentu diperlukan kesiapsiagaan kita semua agar hal ini tidak terjadi kembali. Minimal sebagai upaya deteksi dini bencana," kata Mensos seperti dikutip Antara, Kamis 20 Juli 2017.

Mensos saat menyampaikan arahan di Posko Penanggulangan Banjir Kabupaten Belitung Timur menyatakan sebagai langkah awal, masing-masing pemkab didampingi tim dari Kemensos segera menentukan lokasi KSB.

"Tidak ada yang ingin tertimpa bencana tapi kalaupun ada bencana kita harus siap dan waspada. Saat ini tercatat ada 323 kabupaten/kota yang berisiko tinggi atau rawan bencana alam maka mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kita," tambah Khofifah.

Mensos mengatakan berdasarkan penuturan Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah yang asli kelahiran kecamatan Gantung Belitung Timur, banjir kali ini terbilang cukup parah setelah sebelumnya banjir paling parah pernah terjadi pada 1957, enam puluh tahun yang lalu.

Ditambahkan Mensos keberadaan KSB di lokasi rawan bencana dimana Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai fasilitator dan warga masyarakat setempat sebagai relawan terlatih, sangat penting dan terbukti mampu melakukan antisipasi dan ketahanan masyarakat saat terjadi bencana alam.

Sekaligus menambah jangkauan Kementerian Sosial dalam mengembangkan pendekatan Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat.

Jumlah Kampung Siaga Bencana di Indonesia saat ini mencapai 497 dan akan terus ditambah jumlahnya. Pada 2017 ditargetkan akan ada 100 KSB lagi yang berdiri di berbagai wilayah rawan bencana.

Direktur Bencana Alam Kementerian Sosial Adhy Karyono mengatakan pihaknya bersama Pemda Belitung dan Belitung Timur tengah melakukan survei titik yang paling berisiko.

"Untuk Belitung Timur kemungkinan di Kecamatan Manggar dan Kecamatan Gantung. Sementara di Belitung rencananya di Desa Kemiri Kecamatan Membalong," kata Adhy.

Hujan deras yang berlangsung sejak Jumat 14 Juli hingga Minggu 16 Juli menyebabkan banjir yang luas di beberapa wilayah di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

Terdapat enam kecamatan di Kabupaten Belitung Timur yang terendam banjir yaitu Kecamatan Simpang Renggiang, Kepala Kampit, Dendang, Damar, Gantung, dan Manggar. Di desa pangkalan kecamatan Gantung - Belitung Timur ketinggian air sampai atap rumah.


(ALB)