Banjir Bandang Landa Limapuluh Kota

Yose Hendra    •    Kamis, 24 Aug 2017 16:05 WIB
banjir
Banjir Bandang Landa Limapuluh Kota
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Limapuluh Kota: Curah hujan yang tinggi sejak kamarin sore hingga dini hari, Kamis 24 Agustus memicu banjir bandang di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Air bah yang membawa gelondongan kayu menyebabkan kerusakan infrastuktur hingga lahan pertanian.

Hingga sore ini, data dari pemerintah setempat merinci, jembatan permater di Batang Mangkisi 12 meter, putus, satu unit pondasi jembatan retak di daerah Kampung Godok, empat sumber air bersih yang masuk dalam Pamsimas rusak Jorong Lurah Bukik, Godok, Tareh, dan Jorong Sebarang Air Batu Payung, dan kerusakan irigasi.

"Terkait sumber air bersih, dari seluruh informasi pihak kabupaten, BPBD sudah menurunkan pasokan air bersih," ujar Camat Eflizen, kepada Media Indonesia Kamis 24 Agustus 2017.

Menurut Eflizen, selain karena curah hujan, banjir bandang terjadi akibat longsornya bukit Cermin. "Air lumpur turunnya 01.30 dini hari, dan dibawa oleh aliran sungai Batang Mangkisi, yang kemudian meluap," jelasnya.

Hingga saat ini, Eflizen mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Dampak yang lain, sebutnya, rusaknya irigasi di lahan sawah seluas 250 hektare.

"Irigasi kelompok tani matahari di Kubang Rasao, Balai Panjang, mengairi sawah 50 hektar," ujarnya.

Disamping itu, tambahnya, ada 28 rumah yang direndam air bah disertai lumpur. "Parah, 2 unit rumah rusak berat, dapur masyarakat, satu kandang jawi (sapi), dan ada jawi hanyut," kata Eflizen.

Banjir bandang juga merusak fasilitas umum SD 03 Balai Panjang, dimana seluruh ruangan dan seluruh buku pelajaran hancur sama lumpur. "Tapi sudah dibersihkan, dimana datang bantuan dari Damkar," katanya. Namun, menurut Eflizen, kemungkinan besok siswa diliburkan.

Pendataan yang dilakukan pihaknya, sedikitnya ada 89 orang terdampak banjir bandang. Mereka kini tengah diungsikan. Terkait banyaknya gelondongan kayu, Eflizen menuturkan, gelondongan kayu tersebut dari hutan sekitar kampung.

"Inilah yang menyebabkan. Tersumbat lagi dan didorong lagi. Ini yang melimpah Batang mangkisi meluap," ujarnya. 


(ALB)