Driver Taksi Online Minta tak Ada Lagi Aksi Sweeping

Alwi Alim    •    Rabu, 23 Aug 2017 15:50 WIB
taksi online
Driver Taksi Online Minta tak Ada Lagi Aksi Sweeping
Aksi driver taksi online menuntut tak ada lagi sweeping, 23 Agustus 2017, MTVN - Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Ribuan pengemudi atau driver taksi berbasis aplikasi atau online menemui anggota DPRD Sumatera Selatan. Mereka menuntut pemerintah menjamin tak ada lagi aksi sweeping yang dilakukan pengemudi taksi konvensional.

Ribuan orang mendatangi kantor DPRD Sumsel pada Rabu siang 23 Agustus 2017. Yoyon SP, koordinator aksi, mengatakan Mahkamah Agung membatalkan sejumlah poin terkait pengoperasian taksi online. Yoyon meminta segenap pihak untuk mematuhi keputusan tersebut.

"Aturan taksi online ini langsung dari pusat dan kami mematuhi aturan tersebut," kata Yoyon.

Baca: MA Batalkan Permen Taksi Online, Ini Alasannya

Selain itu, Yoyon meminta polisi mengusut tuntas kekerasan yang terjadi pada Selasa 22 Agustus 2017. Korban bernama Edward Limbo, 35. Jenazah ditemukan warga Desa Lalang Sembawa, Kabupaten Banyuasin. 

Menurut Yoyon, Edward merupakan warga Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kota Palembang. Yoyon mengaku sebagai teman dari Edward.

Yoyon bercerita sekira pukul 20.00 WIB, Edward mendapat pesanan untuk mengantarkan penumpang ke Desa Mainan, Banyuasin. Saat itu, Edward berada di rumahnya di Lorong Kedukan.

"Korban tertarik menerimanya karena tarifnya cukup tinggi sekitar Rp213 ribu," kata Yoyon.

Edward kemudian memacu mobil Toyota Avanzanya menuju lokasi. Edward mengangkut penumpang di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Namun Edward tak tiba di tujuan. 

Keesokan paginya, warga Desa Lalang Sembawa menemukan jenazah Edward di rerumputan pinggir jalan. Saat ditemukan, tubuh Edward penuh luka. Terdapat tali yang diduga menjerat lehernya. Sedangkan mobilnya ditemukan di Jalan Talang Betutu yang berjarak kurang lebih 3 km dari jenazah.

"Untuk saat ini kami berusaha menahan diri agar suasana tak semakin keruh," ungkap Yoyon.

Kapolresta Palembang AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan akan mengusut kasus kematian Edward. Ia berkoordinasi dengan Polres Banyuasin dan Polda Sumsel untuk menemukan pelaku.

"Kami juga mengharapkan informasi dari masyarakat dan juga driver lainnya untuk mengungkap kasus ini," kata Kaporlesta.

Wahyu meminta warga tak terpancing isu yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan di masyarakat. Wahyu berharap tak ada lagi aksi anarkistis di Sumsel.

Sementara itu, Direktur Intel Polda Sumsel Kombes Slamet Hariyadi mengatakan tengah menyelidiki kasus tersebut. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Ada lima saksi yang kami periksa terkait kasus tersebut. Kami berharap ada lima saksi yang melihat kejadian itu," harap Slamet.


(RRN)