Korban Banjir Belitung Timur Butuh Perlengkapan Sekolah

Rendy Ferdiansyah    •    Senin, 17 Jul 2017 10:23 WIB
banjir
Korban Banjir Belitung Timur Butuh Perlengkapan Sekolah
Jalan putus akibat banjir di Belitung Timur, Bangka Belitung. (Media Indonesia/Rendy Ferdiansyah)

Metrotvnews.com, Belitung: Sedikitnya 2.780 orang mengungsi akibat banjir yang menerjang empat kecamatan di kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Selain kebutuhan sehari-hari, pengungsi membutuhkan bantuan peralatan sekolah.

"Saat ini yang kita butuhkan bantuan perlengkapan sekolah, kan banyak perlengkapan sekolah yang telah disiapkan, terendam air, tidak bisa digunakan lagi," kata Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, dikutip Media Indonesia, Senin 17 Juli 2017.

Baca: Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir Belitung dan Belitung Timur

Erzaldi mengatakan, warga pengungsi berada di dua posko. Yakni, 2.280 orang di Posko Manggar, dan 500 orang di posko kantor camat Gantung. Sebenarnya, kata dia, yang terdampak banjir lebih dua ribu warga. Namun, mereka mengungsi di rumah saudara.

"Kita sudah tetapkan banjir Beltim dalam status darurat banjir," ujarnya.

Meski belum memegang data pasti jumlah sekolah yang terendam, Erizaldi yakin aktivitas sekolah masih lumpuh. Termasuk, beberapa kantor pemerintahan.

"Data riilnya belum ada, tapi ada beberapa sekolah kita pastikan masih lumpuh sehingga aktivitas belajar mengajar di hari pertama masuk sekolah ditiadakan," tutur dia.

Selain membutuhkan peralatan sekolah, warga korban banjir juga membutuhkan pakaian orang dewasa, selimut, dan popok bayi. Bantuan, kata dia, baru datang dari Kementerian Peberdayaan Perempuan dan Anak.

Sementara, Kepala dinas PU Provinsi Babel Hasanudin mengatakan kondisi cuaca masih hujan. Empat kecamatan masih terendam banjir. Namun, akses jalan ke Beltim sudah lancar meski melalui jalur alternatif.

Dia merinci, jumlah jalan (status provinsi, kabupaten, negara) yang terendam ada 20 titik. Panjangnya variatif, 50-200 meter.

"Total kerugian infrastruktur rusak belum bisa ditaksir karena masih tergenang," ungkap dia.

Banjir terjadi lantaran hujan terjadi sejak Jumat 15 Juli 2017. Dua hari berikutnya, banjir meluas ke empat dari semula tiga kecamatan.




(SAN)