Siap Beroperasi, Jalan Tol Medan-Binjai bakal Diresmikan Jokowi

Farida Noris    •    Senin, 09 Oct 2017 20:19 WIB
tol
Siap Beroperasi, Jalan Tol Medan-Binjai bakal Diresmikan Jokowi
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan didampingi Dirut PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Suharjanto meninjau dan melakukan uji coba penggunaan Jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah sepanjang 41,6 km. --MI/PUJI SANTOSO--

Metrotvnews.com, Medan: Pembangunan Jalan tol Medan-Binjai dari gerbang tol Helvetia- Binjai sepanjang 10,6 Km siap dioperasionalkan. Jalan tol Medan Binjai ini direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 15-16 Oktober 2017.

"Alhamdulillah jalan ini sudah selesai dimulai dari Helvetia hingga Binjai. Ini semua sudah clear, besok akan ada rapat di Sesneg makanya direncanakan akan diresmikan oleh Presiden tanggal 15-16 Oktober," kata Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Senin 9 Oktober 2017.

Menurut Erry, jalan Tol Medan-Binjai ini, dapat menjadi jalur alternatif untuk mempersingkat jarak tempuh. Sebelumnya melalui jalur normal Medan-Binjai bisa memakan waktu satu hingga dua jam. 

"Jadi jalan tol ini kondisinya sudah siap untuk diresmikan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga jarak tempuh Medan-Binjai bisa lebih singkat," ujarnya.

Menurut Erry, saat ini tinggal pembangunan Jalan tol seksi Tanjung Mulia yang belum rampung. Pihaknya masih menunggu proses pembebasan lahan yang ditargetkan akan selesai Desember ini.

"Kalau keseluruhan Jalan tol dari Binjai ini, bisa menyambung ke jalan tol Tanjung Mulia dan dilanjutkan dari Tanjung Mulia ke Kualanamu dan dari Kualanamu ke Tebing Tinggi," terangnya.

Pembebasan lahan di seksi Tanjung Mulia ini dikarenakan ada tumpang tindih kepemilikan lahan. Solusinya maka akan diserahkan ke ranah hukum dengan konsinyasi kepada pihak pengadilan. Ditargetkan Desember proses pembebasan lahan itu bisa selesai.

"Jadi ini masih ada tumpang tindih masalah lahan, ada masyarakat yang telah lama mendiami kawasan itu, ada yang mengaku memiliki sertifikat tanah, dan ada yang menggugat karena mengaku memiliki grant sultan. Makanya sekarang ada tiga kepemilikan inilah yang sedang kita cari solusinya," ujar Erry.



(ALB)